Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan saat memberikan sambutan. (foto/CR)

Wawali Tinjau Proses Belajar Luar Kelas di MAN 1 Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Disela-sela kesibukannya, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan Proses belajar mengajar di luar kelas Outdoor Classroom Day (OCDay), di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu. Kedatangannya disambut hangat guru dan pelajar serta diawali dengan penamatan disusul tarian Tuitan (penjemputan tamu), Kamis (01/11/2018).

Dalam sambutan Wawali menyampaikan rasa bangganya bisa berada di sekolah MAN 1 Kotamobagu, dimana sekolah itu merupakan sekolah yang penuh dengan prestasi.

“Saya sangat bangga berada di MAN, yang notabene sekolah menengah atas yang penuh dengan prestasi. Makanya pemerintah sangat setuju digerbang didepan yang untuk menunjukkan bahwa didalam sini di MAN tersedia emas, artinya sekolah yang penuh dengan prestasi,” terang Wawali.

Nayodo Koerniawan saat berpose bersama Siswa MAN I Kotamobagu. (foto/CR).

Dirinya sempat mengaku, dimana waktu Ia menduduki Bangku SMA sekitar 32 tahun lalu, MAN adalah sekolah yang kurang eksis dizaman itu.

“Waktu itu ya, saya berpikir seperti itu. Tetapi seperti dalam negeri dan departemen agama pendidikan menyadari bahwa MAN adalah sekolah sebagai sekolah ramah anak nasional,” aku Wawali, Sambungannya. Rasa bangganya pun tertuang dalam kata-kata. “MAN adalah sekolah Ruar biasa bukan lagi luar biasa,” tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Rafiqa Borah menambahkan, tujuan kunjungan Wawali juga, merupakan kegiatan memperingati hari anak internasional.

(foto/CR)

“Kegiatan ini adalah OCDay, dalam rangakaian memperingati hari anak internasional dan untuk Indonesia. Ini sebenarnya seluruh dunia melaksanakan, tetapi disesuaikan. Dengan waktu belajar waktu dimulai pukul 07.00 WITA, ini dengan maksud supaya bagaimana anak-anak kita bebas berkreasi tanpa Selakau dalam kelas,” ujar Ka Iq sapaan akrabnya.

Diakuinya, ini merupakan rencana pemerintah dilaksnakan 1 November. Dan tidak menutup kemungkinan tahun-tahun proses belajar mengajar di Indonesia 60 persen belajar di luar kelas dan 40 persen dalam kelas. “Ini serentak semua sekolah dilaksanakan. Akan tetapi pihak pemerintah sifatnya saat ini meninjau, randaoun acara seluruh Indonesia sama,” ungkapnya (*)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *