Waspada Pohon Tumbang.! Pengendara di Kotamobagu Diimbau Hindari Jalur Ini Saat Hujan Badai

KOTAMOBAGU- Memasuki musim penghujan, Kota Kotamobagu rawan dilanda bencana longsor dan pohon tumbang. Apalagi belakangan ini Kotamobagu kerap dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Untuk itu, Masyarakat Kota Kotamobagu khususnya para penguna jalan raya kembali diimbau agar menghindari jalur-jalur yang rawan bencana terutama pada musim penghujan.

Dinas Perumahan Rakyar dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu mancatan setidaknya ada Empat titik rawan bencana pohon tumbang diarea jalan raya Kotamobagu. Yakni, Jln Adampe Dolot Kelurahan Molinow, Jln DC Manoppo Kelurahan Matali, jln raya yang menghubungkan Desa Kopandakan dan Desa Bungko serta Jln.Mayor Jendral Sutoyo Kelurahan Kotobangon.

“Nah 4 titik itu yang paling rawan terjadinya pohon tumbang, sebab disitu pohonnya sudah sangat besar dan rimbun. Untuk itu kami mengimbau pengguna jalan itu kalau ada curah hujan yang cukup lebat disertai angin kencang, maka sebaiknya menghindari jalur-jalur tersebut. Sebab, pohon yang ada dipinggiran jalan itu sifatnya cepat rapuh dan toreh, sehingga sangat berpontensi menimbulkan pohon tebang atau patahan ranting yang dapat mengakibatkan kecelakaan pengguna jalan,” kata Kepala PRKP Imran Amon melalui Kepala Bidang Perumahan Chelsie Paputungan, Kamis (09/11/2018).

Menurutnya, upayah pemerintah dalam menata perkotaan termasuk pepohonan yang ada di pinggiran jalan sudah dilakukan, salah satunya dengan penebangan pohon yang sudah berpotensi roboh atau tumbang.

“Kami hanya menata kembali pohon yang ada, ibarat rambut kalau sudah lebat maka kami akan kurangi. Nah seperti itulah pohon-pohon yang ada di Kotamobagu. Nah, dalam penataan kami lebih cenderung ke keselamatan juga, misalnya kalau ada pepohonan yang sudah berbahaya dan mengancam keselamatan maka kami akan lakukan penebangan,” ujar Dia

Kata dia, jika akan dilakukan penebangan pohon, maka harus ada pohon pengganti. Karena itu sudah menjadi peraturan pemerintah daerah kotamobagum

“Jadi jika Masyarakat yang meminta penebangan pohonnya, maka mereka harus mengganti dengan 3 bibit pohon untuk ditanam kembali, namun jika perkantoran atau perusahaan yang meminta penebangan tersebut, maka mereka wajib mengganti sebanyak 5 pohon,” pungkasnya

“Kami pun terus melakukan prmantauan khususnya di 4 titik tersebut, kalau ada pohon yang sudah membahayakan pengguna jalan, maka lastinya itu akan kami tebang,” sambungnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *