Terkait Kenaikan UMP, Perusahaan di Kotamobagu Tidak Dipaksakan

KOTAMOBAGU- Karyawan disejumlah Perusahaan di Kota Kotamobagu tidak lama lagi bakak menikmati kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Hal ini sebagaimana yang ditetapkan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dimana terhitung 1 Januari 2019, UMP naik sebesar Rp 3,05 Juta Rupiah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Distrinaker) Kota Kotamobagu Tedy Makalalag melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja Idris Amparodo mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari provinsi.

“Kalau sudah diturunkan ke Daerah maka kami pasti akan menyurati ke setiap perusahaan yang ada di Kotamibagu,” beber Idris, Senin (05/11/2018).

Namun, pihaknya tidak memaksakan semua perusahaan harus membayar gaji karyawan sesuai UMP yang sudah ditetapkan. Sebab, ada beberapa perusahaan yang belum mampu membayar upah tersebut.

“Ada beberapa perusahaan yang memang belum mampu membayar upah sesuai UMP. Contohnya Toko Paris, itu kami sudah komunikasikan, namun pihak paris belum bisa memberikan upah sesuai UMP. Tapi, tetap kami akan surati,” ujarnya

Dikatakannya, ada terdapat 315 perusahaan di Kotamobagu. Jumlah tersebut terdiri dari 283 perusahaan Kecil, 28 perusahaan sedang dan 4 besar. Dari jumlah perusahaan itu, terdapat 4.175 karyawan dimana terdapar 798 karyawan yang bekerja di perusahaan besar, 1.355 karyawan yang bekerja di perusahaan sedang dan 2.022 karyawan yang bekerja di perusahaan kecil.

“Nah dari jumlah perusahaan itu, tidak semuanya membayar upah karyawan sesuai UMP. Namun, tetap kami mengimbau perusahaan agar sebisa mungkin menyesuaikan dengan UMP yang sudah ditetapkan,” pungkasnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *