Tahun Depan, Rumah Produksi Tahu Tempe di Molinow Beroperasi

KOTAMOBAGU- Industri Tahu di Kotamobagu sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Maka untuk mendorong itu, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Peridustrian dan Tenaga kerja (Distrinaker) tengah membuat sentra rumah produksi tahu tempe di Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat, yang dipastikan beroperasi di 2019 mendatang.

Plt Kepala Distrinaker Tedy Makalalag mengatakan, pengerjaan rumah produksi tersebut sudah rampung 100 persen, tinggal pengadaan alat di 2019 mendatang. “Penyerahan dari pihak kontraktor telah dilakukan pekan lalu, tahun depan tinggal peralatan mesin pengolahan disiapkan,” ungkap Tedi, Kamis (08/11).

Menurutnya, Kelurahan Molinow dan Mongondow memang sejak dulu menjadi pusat produksi olahan kedele menjadi tahu dan tempe. Semua produksi tahu di Kotamobagu dan kabupaten tetangga berasal dari sini. “Ada sekitar 10 kelompok yang bergabung dalam sentra produksi tahu. Mereka terdiri atas kelompok pembuat tahu yang berasal dari Molinow dan Mongondow,” ujarnya

Tedy menjelaskan, pembuatan rumah produksi tahu tempe tersebut untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya para pelaku industri tersebut. Selain itu, dibuatnya satu lokasi teesebut, sebab adanya keluhan terkait limbah produksi tahu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Limbah tahu pernah dipermasalahkan karena baunya yang cukup menyengat. Dengan dibangunnya sentra rumah produksi tahu dapat mengurangi dampak limbah. Penanganan limbah menjadi salah satu perhatian pemerintah dan peningkatan ekonomi para oelaku induatru itu,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Fadlun Paputungan menambahkan, pembangunan sentra rumah produksi itu.merupakan revitalisasi pelaku usaha yang sudah ada kemudian dipindahkan. Ia menyebutkan pembangunan rumah produksi itu memakan anggaran sebesar Rp 1 Miliar.

“Revitalisasi itu adalah pelaku usaha yang sudah ada kemudian dipindahkan di satu tempat. Nah, karena ada empat IKM tahu/tempe yang berada di Kelurahan Molinow itu, IPAL nya sudah tidak memenuhi syarat yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan,. Sehingga mereka yang kami pindahkan,” kata Fadlun

Dia juga menambahkan, pembangunan rumah produksi tersebut dapat mendorong dan meningkatkan IKM khususnya industri tahu dan tempe. “Dengan adanya gedung untuk pelaku-pelaku usaha tahu tempe ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi sehingga dapat mendorong sektor ekonomi di Kotamobagu,” pungkasnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *