Gandeng Diskominfo KK, Komisi Informasih Sulut Gelar Sosialisasi Undang-Undang KIP

KOTAMOBAGU- Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Utara bersama Dinas Komunikasi dan Informastika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasih Publik (KIP) di Rumah Dinas Walikota, Rabu (07/11/2018).

Kepala Diskominfo Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan, tujuannya untuk mensosialisaikan UUD no 14 tahun 2008 tentang KIP, dimana untuk meningkatkan jumlah permohonan informasih publik di Kabupaten/Kota dan lebih meningkatkan jumlah permohonan penyelesaian sengketa informasih di Komisi Informasi Prov.Sulut.

“Atas dasar ini juga pemerintah Kotamobagu telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2017 tentang KIP, sebagai keterbukaan informasih seluruh kegiatan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Yani

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu Adnan Massinae mengatakan,
Untuk kotamobagu sendiri UUD no 14 tahun 2008 ini sudah berlaku sejak 2014, dimana yang mengelolah semua informaaih di Kotamobagu adalah Bagian Hubungan Masyarakat (Humas).

“Jadi semua kegiatan pemerintahan baik dari tingkat Desa/Kelurahan akan terkoneksi dengan bagian Humas. Yang disajikan dalam bentuk informasih. Nah, disitu ada Radio juga seperti yang menginformasihkan secara langsung ke masyarakat apa saja kegiatan dari pemerintah,” jelas Adnan

Menurutnya, Kegiatan tersebut sangat penting. Sebab, di era sekarang yang namanya keterbukaan informasih sangat dibutuhkan. Kotamobagu juga, sampai saat ini sudah cukup trasparan dan dibuktikan dengan adanya perda tentang KIP.

“Masyarakat sudah punya hak untuk mengetahui seluruh proses kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, nah dengan begitu tentunya itu menjadi beteng bagi kita untuk tidak berbuat hal-hal yang melanggar aturan,” terangnya

Maka dengan keterbukaan itu lanjutnya, masyarakat akan lebih mengawasi dan mengoreksi semua kegiatan pemerintah.
“Justru masyarakat ikut mengoreksi dan mengawasi serta mengevaluasi kita dan dengan begitu kita tidak terjerumus lebih jauh dari aturan yang dilanggar,” pungkasnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *