Wisata Air Terjun Molimpungan Masih Primadona

KOTAMOBAGU- Wisatan Air Terjun Molimpungan yang terletak di Desa Kobo Kecil Kecamatan Kotamobagu Timur, nampaknya masih menjadi pilihan bagi Warga Kotamobagu untuk menghabiskan akhir pekan sekaligus memanjakan mata.

Letak lokasi air terjun berada di Kilometer Tujuh dari pusat Kota, sedangkan dari pemukiman warga jaraknya sekitar Empat Kilometer dengan menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi.

Terdapat empat air terjun yang ada disana, pertama tingginya enam meter air terjun kedua yang hanya berdekatan jaraknya sekitar 20 meter keatas, setelahnya ada yang 30 meter dan yang terkahir 12 meter.

Menurut salah satu warga, sudah banyak pengunjung yang datang mulai dari siswa hingga orang dewasa. “Kebanyakan itu hari Sabtu dan Minggu banyak pengunjung. Ada juga siswa yang bermalam disini,” kata Rizal Warga Kobo Kecil

Meski akses jalannya sudah dibuat, namun pengendara harus lebih hari-hati ketika melewati jalan yang sebagian besar medan jalannya masih bebatuan. “Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda dua untuk mempersingkat waktu, belum lagi setelah sampai mereka masih bejalan kaki melewati pinggiran air,” jelasnya

Sementara itu, Sangadi Desa Kobo Kecil Refry Ginintu mengatakan, Air terjun Molimpungan saat ini menjadi lokaai pilot projek atau proyek percontohan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Sebab, wilayah yang didampinginya memiliki objek alam lain yang tidak kalah indah.

“Ini tentu kami akan dorong sebagai potensi wisata di Kotamobagu, apalagi Desa Kobo Kecil ini sudah ditetapkan menjadi desa wisata di Kotamobagu. Nah, dengan membangun akses maupun fasilitas lainnya di air terjun tersebut guna menunjang dan menarik para pengunjung yang akan datang,” tambahnya

Mengenai Hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotamobagu Agng Adati mengungkapkan, dirinya telah meminta selirih potensi wisata yang ada dapat di dokumentasikan. “Terutama di air terjun tersebut, itu sudah menjadi fokus pemerintah dalam mengembangkannya sebagai temoat wisata juga menjad ikon kota kotamobagu,” ujar Agung Adati. (AL)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *