Puluhan Ribu Kendaraan di Kotamobagu Menunggak Pajak

KOTAMOBAGU- Puluhan Ribu kendaraan di Kotamobagu menunggak Pajak. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kotamobagu-Bolsel mencatat, terdapat 28.641 kendaraan dari 2014 hingga 2018 yang belum membayar pajak kendaraannya.

Kepala UPTD Samsat Kotamobagu-Bolsel melalui Kepala Tata Usaha Agus Tri Cahyoni mengungkapkan, jumlah tersebut terbagi dari dari kendaraan jenis Roda Dua (R2) sebanyak 25.377, sedangkan Roda Empat (R4) sebanyak 3.264.

“Jumlah kendaraan yang terdata selang Empat Tahun terkhir ini sebanyak 42 ribu lebih. Artinya, jika dilihat dari data yang ada masih lebih banyak jumlah penunggak dari pada jumlah yang sudah membayar pajak,” ungkanya, Selasa (04/08/2018).

Dia mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk dapat menarik pajak dari oemilik kendaraan yaitu, dengan turun langsung ditiap Desa/Kelurahan atau door to door.

“Kami sudah memprogramkan kegiatan untuk turun langsung ke wajib pajak, yaitu di tiap desa kelurahan sekalian sosialisasi tempat dan cara pembayarannya, sebab kami sudah sediakan aplikasi untuk pembayaran pajaknya,” jelas Cahyo

Sementara itu, koordinator lapangan Jumain menyebutkan, target pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan pada 2018 sebesar 32 Miliar. Sejauh ini kata dia, rralisasi dari pajak dari pajak kencaraan tersebut sudah mendcapai 24 miliar atau 67 Persen.

“Kami tetap optimis dapat mencapai target ini. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah Kotamobagu dalam hal penarikan pajak kendaraan tersebut. Posisi saat ini tercatat sudah ada 24 miliar dari target 32 miliar atau sudah mencapai 67 persen,” ungkapnya

Menurutnya, target yang ditetapkan setiap tahunnya bakal mengalami peningkatan, seiring bertambahnya jumlah kendaraan di Kotamobagu.

“Setiap tahun itu ketambahan kendaraan mencapai 5 persen, sehingga target pajak kendaraan pun meningkat. Untuk itu, Kami mengimbau agar masyarakat wajib pajak untuk segera membayar pajak kendaraannya. Sebab, dengan membayar pajak masyarakat akan mendapat ketenangan ketika berkendara,” pungkasnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Diketinggian 950 MDPL, Nayodo Kukuhkan Tiga Kelompok Petani Kopi

KOTAMOBAGU- Kopi menjadi salah satu komoditi paling primadona di Kota Kotamobagu. Bahkan, pengembangan tanaman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *