40 Tahun Berdiri, Pengrajin Parang Asal Poyowa Besar Ini Masih Bertahan

KOTAMOBAGU- Pembuatan perkakas atau peralatan perkebunan secara manual di Kota Kotamobagu masih bertahan. Salah satunya pembuatan Parang, pisau dan alat pertanian lainnya.

Muktar Andu (61), Warga Desa Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan adalah salah satu pelaku yang menekuni kerajinan tersebut sejak 1979. Dengan bahan baku besi baja dan peralatan yang cukup sederhan, Dia mampu membuat peralatan pertanian sebanyak Empat buah dalam sehari.

“Sudah hampir 40 tahun Usaha ini saya bangun. Yah Syukurlah pendapatannya cukup buat kebutuhan keluarga meski peralatannya masih cukup sederhana,” kata Muktar sambil menepa baja panas dibantu Kedua anaknya, Kamis (09/08/2018).

Dalam proses pembuatan parang atau alat pertanian tersebut, tak memerlukan banyak modal, Muktar hanya cukup membeli arang tempurung dan besi per yang terbuat dari baja. Sedangkan untuk proses pembuatannyapun tidak memerlukan waktu yang panjang.

“Arang itu saya beli Empat Ribu per Kilogramnya, sehari itu bisa habis sekitar 50 Kilogram untuk pembuatan Empat hingga Lima ujung. Biasa, besi bajanya di potong terbih dahulu, kemudian di bakar lalu ditepa menggunakan palu besar hingga berbentuk parang dan pisau,” jelasnya

Menurutnya, tempat pembuatan parang miliknya tersebut sudah dikenal di Kotamobagu, sehingga orang yang datang memesan tidak hanya dari dalam tetapi ada juga dari luar kotamobagu.

“Harga yang paling murah itu 20 Ribu sedengkan yang paling mahal itu 200 ribu sudah dalam bentuk parang yang di ukir sesuai permintaan pemesan. Sudah cukuplah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehari-hari,” kata Bapak Empat anak ini.

Muktar yang juga berprofesi sebagai petani mengaku, pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengembangkan usahanya.

“Waktu itu sekitar tiga tahun lalu pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial dan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Bantuannya dalam bentuk uang senilai Empat Juta Rupiah, itu saya manfaatkan untuk pembuatan bangunannya dan pembelian alat-alat seperti bower dan gurinda,” terangnya

Meski begitu, Ia masih mengeluhkan peralatan yang menurutnya masih kurang baik untuk pengembangan usahanya. Untuk itu, Muktar berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk pengembangan usahanya.

“Kendalanya juga pasti di listrik dan beberapa peralatan yang kurang maksimal. Tentunya untuk mengembangkan usaha ini perlu modal yang tidak sedikit, sehingga saya berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk usaha ini,” tutup Muktar

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Herman Aray mengatakan, pihaknya bakal melakukan pendataan kembali Usaha Kecil Menengah yang ada di Kotamobagu.

“Pendataan tersebut guna mengetahui jumlah UKM yang direncanakan akan diberikan bantuan, saat ini kita masih dalam proses pendataan kembali. Akan kita usahakan semua UKM bisa dapat bantuan dari Pemkot Kotamobagu,” pungkasnya (al)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Gempa Bumi 5,6 SR Guncang Wilayah Sulawesi Utara

Suarabmr.com. Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter (SR) mengguncang sebagian besar wilayah Sulawesi Utara (Sulut), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *