Harga Cabe Mendadak “Pedas”

KOTAMOBAGU – Harga cabai di Kotamobagu mendadak naik signifikan. Dari 40 ribu per Kilogram, naik hingga 75 ribu per Kilogram.

Menurut Hermina Mokodongan (38) salah satu pedagang pasar Serasi,  kenaikan harga cabe dipicu oleh kurangnya stok di Kotamobagu serta faktor cuaca.

“Faktor cuaca yang sering panas juga dapat menyebapkan kenaikan harga cabe. Sebab, itu sangat berpengaruh pada kurang produksi cabe itu sendiri sehingga menyebabkan kenaikan harga,” ujar pedagang asal Desa Tungoi ini, Selasa (17/07/2018).

Berbeda dengan Rima Hassan (28). Ia mengaku, cabe yang ada sering di import ke Manado sehingga pasokan cabe di Kotamobagu mengalami penurunan yang menyebabkan harga naik secara signifikan.

“Cabe asal Molibagu ini sudah empat hari mengalami kenaikan. Kemarin saja capi Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan hari ini ada turun sedikit jadi Rp 75 ribu per kilogram. Kenaikan cabai di sini itu juga dikarenakan salah satu faktor, yaitu ada sebagian pedagang stok banyak-banyak cabainya untuk di bawa di Manado. Akhirnya harga cabai di Kotamobagu naik sangat mahal,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DisperindagKop-UKM) Herman Aray mengatakan, pihaknya akan turun langsung memonitoring ke tiga pasar tradisional yang ada di Kotamobagu untuk melakukan pemantauan.

“Hari ini Dinas langsung turun lapangan, mengecek apakah memang ada kenaikan harga, di 3 pasar, yaitu pasar Sarasi, pasar 23 Maret dan Pasar poyowa. Kami akan lihat apa pemicu kenaikan harga cabe ini, jika ada penimbunan untuk di import ke daerah lain, pastinya kami akan tindaki,” pungkasnya. (alfin)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Tempat Pemandian Air Panas Matali Jadi Objek Wisata Kotamobagu

KOTAMOBAGU- Ada Banyak tempat wisata di Kota Kotamobagu yang menawarkan akan kebutuhan tempat rekreasi, refreshing …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *