Anggelina Manoreh, Balita Usia Lima Tahun asal Tumobui diduga terserang penyakit DBD, dirawat di RS Kinapit Kotamobagu. (foto/alfin)

Dua Bulan, Tujuh Warga Tumobui Terserang DBD

KOTAMOBAGU- Ancaman Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meresahkan warga kotamobagu kususnya warga yang menetap di kelurahan Tumobui Kecamatan Kotamobagu Timur.

Dikabarkan, dalam kurun waktu Dua Bulan, sebanyak Tujuh Warga Tumobui terserang gejalah penyakit DBD.

Salah satunya adalah Anggelina Manoreh, balita usia Lima Tahun ini terserang penyakit DBD sejak Lima hari lalu dan masih dirawat di RS Kinapit Kotamobagu.

“Sejak Senin lalu anak saya terkena demam panas sampai kemarin panasnya belum redah. Sehingga kemarin kami bawa di RS. Setelah adanya pemeriksaan dokter, anak saya dikabarkan terserang penyakit DBD,” kesah Orang tua Anggelina, Ester Lompas (34), Jumat (01/06/2018).

Sama halnya dengan Cristyn Turambi (24). Dia menuturkan, sekitar dua minggu lalu, penyakit DBD perna menyerang anaknya Henzu Papantow yang masih berusia 4 Tahun.

“Iya anak saya juga pernah terserang penyakit DBD sekitar dua minggu lalu, itu kurang lebih seminggu dirawat dirumah sakit. Puji tuhan, sudah sembuh,” ujarnya

Terkait hal itu, Warga pun minta Pemerintah segera atasi penyakit yang semakin meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu Devie Ch Lala membenarkan adanya laporan penyakit DBD yang menyerang beberapa Warga Tumobui.

“Mereka sudah berapa kali menyurati untuk melakukan foging, namun dari hasil pemeriksaan, itu tidak harus di foging, karena tidak memenuhi syarat untuk dilakukan foging,” ungkapnya

Menurut Kadis, Pemberantaan Sarang Nyamuk (PSM) adalah solusi dimana untuk menghindari ancaman DBD.

“Jika terus dilakukan foging makan yang mati hanya nyamuk besar kemudia nyamuk juga akan kebal dengan obat foging yang terus menerus dilakukan. Sehingga solusinya adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dengan cara membersihkan lingkungan, itu yang paling perlu untuk memcegah DBD,” jelasnya

Diapun mengajak, kepada seluruh masyarat kotamobagu khusunya kelurahan tumobui untuk menjaga kebersihan lingungan untuk mencegah datangnya penyakit DBD.

“Didalam lingkungan yang bersih terdapat hidup yang sehat. Nah dengan menjanga kebersihan lingkungan, maka tentu kita akan terhindar dari ancaman penyakit DBD,” pungkasnya (alfin)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Gempa Bumi 5,6 SR Guncang Wilayah Sulawesi Utara

Suarabmr.com. Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter (SR) mengguncang sebagian besar wilayah Sulawesi Utara (Sulut), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *