BOGANI DAN MASA SILAM MONGONDOW

Bogani di daerah Bolaang Mongondow di identikkan dengan sosok Manusia dengan postur tubuh tinggi,  yang menggambarkan sosok perkasa leluhur masyarakat Totabuan (sebutan lain dari Bolaang Mongondow), dimana konstruksi Budaya Masyarakat Bolaang Mongondow Bogani di nilai sebagai manusia yang perkasa dan pelindung bagi kelompoknya

Sejarah silam masyarakat Mongondow (khususnya Bogani) sulit terlacak lewat artefak karena keberadaan para Bogani sampai saat ini terbentuk atas dasar mitos.

Fakta tentang keyakinan akan kuburan/makam para Bogani yang ada di 5 wilayah Bolaang Mongondow raya yang berukuran rata – rata di atas 5 (lima) meter (ada yang sudah di bangun oleh pemerintah) sampai hari ini belum pernah dilakukan penelitian ilmiah tentang kebenaran kuburan/makan dimaksud.

Kehidupan para Bogani hanya bisa di ketahui lewat tradisi syamanisme yang memang membentuk karakter dan pandangan hidup orang mongondow di jaman lampau

Refenrensi tentang Bogani sampai hari ini yang bisa dijadikan pijakan  baru sebatas legenda, dan cerita rakyat yang kemudian di kuatkan lewat tradisi – tradisi yang masih terpelihara semisal, Motayok, Monibi serta Dodatogan

Perluh sebuah langkah ilmiah yang kritis untuk “diperkenalkan” kepada masyarakat Bolaang Mongondow lewat penelitian arkeologis, agar pemahaman akan masa silam tentang keberadaan Bogani tidak campur aduk antara yang historis dengan yang bersifat mitos.

Kini masyarakat Mongondow di hadapkan pada ketidak berdayaan dalam mengungkap perihal ihwal sosok yang sangat di Banggakan dan di Kagumi ini

Konon suatu bangsa yang tidak mengenal (fondasi) masa lalunya akan menjadi bangsa yang lemah, yang dapat mudah ‘diarahkan’ atau dengan kata lain dijajah oleh bangsa (-bangsa) lain, demikianlah yang pernah dinyatakan oleh Miguel Leon-Portilla, seorang ahli Budaya yang menulis buku Endangered Cultures (1976). (Gung)

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

JELAJAH PARA PEMBERANI HENTAK BMR

Iven Trail Adventure BMR Trac Jelajah Wisata Alam Bolaang Mongondow  Raya secara resmi dibuka dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *