Kuasa Hukum Tergugat Stella Mokoginta Tidak Bisa Penuhi Permintaan Hakim

Kuasa Hukum Tergugat Stella Mokoginta Tidak Bisa Penuhi Permintaan Hakim

Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kotamobagu yang  menerima gugatan TUN atas penerbitan sertifikat tanah di RT 25/08 Ling IV Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado sudah menggelar beberapa sidang yang menghadirkan pihak penggugat, BPN selaku tergugat, dan juga Stella Mokoginta Cs tergugat intervensi selaku pemilik sertifikat yang digugat.

Dalam lanjutan persidangan, tergugat intervensi gugatan sertifikat lahan di Gogagoman, Stella Mokoginta mengajukan satu orang saksi yakni Ko Sun warga Gogagoman dalam sidang lanjutan di PTUN Manado, Senin (11/12/2017). Yang pada sidang sebelumnya pada Senin (4/12/2017) lalu, tergugat menghadirkan dua orang saksi masing-masing Nus Takasihaeng eks pegawai BPN dan Rudolf Mokoginta masih keluarga dekat tergugat

Kemudian Ko Sun menjelaskan sesuai apa yang diketahui tentang objek di lokasi perkara. Saksi ini merupakan keluarga dekat dari tergugat

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Ketua Majelis James Saraan.SH.MH , Sanny Pattipeilohy.SH.MH serta Anang Suseno Hadi.SH Hanya satu agenda tersebut sidang gugatan lahan itu. Selanjutnya diagendakan tanggal 18 Desember sudah masuk kesimpulan.

Tetapi dalam sidang lanjutan tersebut, tergugat tidak mampu menghadirkan SHM Nomor 2657 Tahun 2009 A/n Marthen Mokoginta untuk diperlihatkan kepada majelis hakim, bahkan sebaliknya penggugat lewat kuasa hukumnya Steiven.SH mampu menunjukkan SHM Nomor 98 Tahun 1978 A/n Hoa Mokoginta .

Selasa (12/12/2017) Ketika SuaraBMR.com ingin mengkonfirmasi terkait tidak mampu dihadirkan SHM Nomor 2657 kepada Kasie Sengketa BPN Kotamobagu Alfrits Mamahit melalui SMS tidak membalas pesan tersebut bahkan Laura Lombogia.SH kuasa hukum tergugat lewat telepon selulernya, lagi-lagi pengacara berparas cantik enggan memberikan komentar dan hanya menjawab singkat  “Tanya jo lansung sama penggugat,” katanya

Seperti diketahui pada sidang senin (4/12/2017) lalu Ketua Majelis Hakim James Saraan.SH.MH ,meminta kepada penggugat dan tergugat agar menghadirkan sertifikat tanah yang asli dikarenakan agar menghindari para saksi tidak berbohong

Tim kuasa hukum penggugat Bobby Kaunang.SH.MH ketika dihubungi melalui telepon seluernya  mengatakan bahwa dirinya sudah menerima laporan dari anggota kuasa hukumnya  lainnya terkait fakta persidangan tersebut “Kami kira semuanya perlahan-lahan sudah terang benderang.

Bahwa kami memiliki bukti kuat secara sah SHM Nomor 98 Tahun 1978 yang diterbitkan oleh kantor agrarian, sekarang BPN, Tentunya  kami berharap hakim bijaksana dalam mengambil kesimpulan dan keputusan,” ujar Kaunang

Dia menjelaskan, lahan kliennya memiliki tanah kurang lebih 2 Ha yang terletak di RT 25/08 Ling IV Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat, dan memiliki batas-batas yang sama berdasarkan keterangan para saksi penggugat maupun tergugat

“Klien kami memiliki sertifikat,nomor 98 tahun 1978 sementara tergugat memiliki SHM 2657 Tahun 2009 , oleh karena itu besar harapan agar  majelis hakim mempertimbangkan secara matang semua saksi dan fakta-fakta di lapangan maupun di persidangan,” tutupnya (DRW)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *