KETERANGAN SAKSI STELLA CS BERUBAH – UBAH

KETERANGAN SAKSI STELLA CS BERUBAH – UBAH

Sidang kasus sengketa tanah dikelurahan gogagoman antara Sintje Mokoginta (penggugat) dan Stella Mokginta Cs dengan nomor gugatan 40/G/2017/PTUN Manado di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado Persidangan yang diketuai majelis Hakim  James Saraan.SH.MH dan didamping dua hakim anggota masing-masing Sanny Pattipeilohy.SH.MH dan Anang Suseno.SH sudah memasuki babak mendengarkan kesaksian saksi tergugat, Senin (4/12/2017)

Pihak tergugat menghadirkan saksi-saksi yang keduanya warga kota kotamobagu yakni Nus Takasihaeng mantan pegawai kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kotamobagu dan Rudolf Mokoginta alias Ko Ciao,

Pantauan SuaraBMR.com suasana sidang sempat diawali dengan keberatan dari kuasa hukum penggugat dikarenakan salah seorang saksi memiliki hubungan keluarga dekat dengan tergugat intervensi yakni Stella Mokoginta. Namun sesuai undang-undang saksi diperbolehkan didengar kesaksian

Fakta persidangan sangat seru lantaran saksi ko ciao terlihat plin-plan juga berbelit-belit dalam memberikan kesaksian, hingga dicecar berbagai pertanyaan yang sama oleh hakim anggota Sanny Pattipeilohy.SH.MH, bahkan ketua majelis mengingatkan kembali bahwa saksi telah disumpah dalam memberikan kesaksiannya

Bukan hanya Hakim, kuasa hukum penggugat sampai menyampaikan ke majelsi hakim bahwa saksi berbelit-belit dalam berikan kesaksiannya

Hal itu tergambar jelas dengan keterangan yang sering berubah-ubah serta diikuti kalimat “saya lupa” atau “tidak ingat”

Salah satunya adalah ketika ditanyakan, Majelis seputaran pembuatan surat keterangan yang dibuat (Alm) linda Mokoginta, sampai sejauh mana saksi mengetahui pembuatan surat tersebut

Saksi menjawab berbeda apa yang disampaikan kepada majelis hakim maupun kepada tim kuasa hukum penggugat

Dan ini yang membuat Hakim anggota lansung menanyakan kembali kepada saksi, setelah salah seorang kuasa hukum tidak puas atas jawaban saksi terkait pembuatan surat pernyataan linda mokoginta

Sempat hampir ribut, lansung hakim anggota, menanyakan kembali kepada sak,

Hakim Sanny : “sebentar yah, sabar.. ini berawal dari pertanyaan saya ulangi lagi yah, tadi ketika saya bertanya Saksi bilang ada serta kuasa hukum bertanya Saksi bilang tidak, maka saya bertanya lagi

Hakim Sanny : itu surat bapak dapat dari mana ?

Saksi : Dari linda waktu itu, dikasih foto copian suratnya

Hakim Sanny  : Pada waktu pembuatan surat itu saudara saksi hadir di kelurahan? Sampai tanda tangan surat itu

Saksi : Saya hadir  dikelurahan

Hakim Sanny  : Surat aslinya apa ada dikantor kelurahan ?

Saksi : Saya tidak tahu

Kemudian sebelum menutup sidang ketua majelis hakim meminta kepada kedua belah pihah penggugat dan tergugat untuk menghadirkan dua sertifikat asli masing-masing SHM nomor 98 Tahun 1978 dan SHM 2657 Tahun 2009

usai persidangan ketika SuaraBMR.com hendak konfirmasi terkait keterangan saksi tergugat yang berbelit-belit bahkan sempat diingatkan oleh majelis hakim untuk berkata jujur,, kuasa hukum tergugat, Laura Lombogia.SH tidak bersedia memberikan tanggapannya justru bergegas memasuki mobil terus berjalan meninggalkan halaman kantor PTUN Manado

Ditempat yang sama Humas PTUN Manado Tiar Mahardi.SH.MH menjawab pertanyaan awak media terkait sikap independensi “Bahwa terkait dengan kasus sengketa tanah tersebut, majelis hakim bersifat independen dan adil tidak memihak kepada pihak manapun bahkan tidak intevensi apapun yang nantinya diputuskan tentu sesuai dengan fakta-fakta hukum persidangan,” tutupnya (DRW)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *