Berbahaya, Pewarna Makanan di Tarik Dari Penjualan

Berbahaya, Pewarna Makanan di Tarik Dari Penjualan

Pewarna makanan yang kerap digunakan dalam produk makanan olahan oleh usaha kecil ditarik oleh Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperdagkop UKM) Kotamobagu.

Hal ini dilakukan usai menerima surat Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sebelumnya telah dilakukan uji laboratoriom

Kepada awak media Kepala Disperdagkop UKM, Herman Aray, Rabu (06/12/2017). Menjelaskan perihal ditariknya produk itu dari display-display penjual “Penggunannya terhadap bahan makanan sangat berbahaya untuk dikonsumsi bagi konsumen,”kata Aray

Lebih lanjut, berdasarkan hasil uji ditemukan pewarna makanan ini ternyata mengandung pewarna tekstil

Kemudian diperagakan kepada awak media salah satu pembungkus dicoba diletakan di kulit, faktanya warnanya sukar dihilangkan.

“Coba kita lihat bagaimana ini sampai larut kedalam tubuh kita apalagi ini biasa dipakai pada produk makanan yang umumnya dikonsumsi oleh anak-anak, jelas sangat berbahaya,”imbuh Aray

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *