DISHUT PROVINSI DIMINTA “SERIUSI” PETI DIHUTAN BOLMONG RAYA.

DISHUT PROVINSI DIMINTA “SERIUSI” PETI DIHUTAN BOLMONG RAYA.

Perambahan Hutan di Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, makin menghawatirkan, aktifitas Pertambangan Emas yang di lakukan secara illegal, terus mengerogoti Hutan di Bumi Totabuan, bahkan sampai pada wilayah Hutan Lindung.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari salah satu Aktifis, Irawan Damopolii, SH, mengungkapkan bahwa “Kondisi Hutan di Bolmong Raya Sudah sangat meprihatinkan, dengan maraknya Pertambangan Ilegal “PETI”, tutur Irawan saat bersua dengan Wartawan Suarabmr.com di salah satu kafe di Kab, Bolsel siang tadi (12/11/2017)

Irawan menambahkan Harusnya “ Dinas Kehutan (DISHUT) Provinsi Sulawesi Utara, dalam hal ini UPTD Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) I & II yang mengawangi hutan di wilayah Bolmong Raya, Harus secara aktif melakukan penindakan terhadap aktifitas yang merusak hutan, terutama PETI” Ungkap Irawan

Lanjut, “saya khawatir aktifitas PETI yang cenderung merusak karena ada yang sudah menggunakan alat berat untuk menggali Bahan Tambang,  akan berakibat bencana bagi wilayah pemukiman penduduk sekitar hutan, termasuk bayaha dari bahan kimia yang digunakan untuk mengolah Emas, Paparnya

Irawan Damopolii, SH

Irawan Damopolii, SH

Di akhir penyampaiannya Pria berkacamata ini mengatakan “DISHUT Provinsi harus lebih berani dan serius dalam penindakan pengrusakan hutan di Bolmong Raya, yang makin rusak oleh aktifitas PETI, karena jika tidak maka boleh jadi para pejabat di Instansi ini (DISHUT-RED) bisa melanggar UU NOMOR 18 TAHUN 2013 Tentang Pencegahan & Pemberantasan Perusakan Hutan, Pasal 27 Setiap pejabat yang mengetahui terjadinya perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, 13, 14, 15, 16, 17, dan 19 wajib melakukan tindakan sesuai dengan kewenangannya, Pasal 28, huruf g. dengan sengaja melakukan pembiaran dalam melaksanakan tugas; dan/atau, h. lalai dalam melaksanakan tugas. ” tutup Irawan.

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *