Cetak 800 e-KTP, Rusmin Imbau Sangadi Lakukan Kembali Pemutakhiran Data

Cetak 800 e-KTP, Rusmin Imbau Sangadi Lakukan Kembali Pemutakhiran Data

Perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dari tahun lalu di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) hingga tahun ini, sekitar 800 keping sudah dicetak.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Boltim, Rusmin Mokoagow menuturkan, bahwa sudah delapan ratusan e-KTP yang sudah tercetak tetapi, masih ada sekitar 1000 lebih yang belum dicetak “tahun ini kita usahakan, tergantung data yang masuk. atau mana data yang masuk mesin cetak, dari data verifikasi pihak kementerian itu pasti kita akan langsung cetak” terang, Rusmin kepada awak media

Tiga bulan terakhir hingga kini, kata Rusmin, kita melakukan perekaman di seluruh kecamatan, yakni Nuangan dan Motongkat. menyusul kecamatam Modayag Barat dan Modayag Induk serta Moaat “di kecamatan Tutuyan, diprogramkan pada awal Desember untuk perekaman massal. sedangkan di kecamatan Kotabunan, beberapa waktu lalu kita sudah turun. namun, dari beberapa kecamatan tersebut ada sejumlah desa yang kita kembali turun ulang dilapangan guna perekaman” paparnya

Lanjut dikatakannya, soal e-KTP yang sudah dicetak, pihaknya akan mengantar langsung ke setiap desa-desa “masih sekiar 7 ratus lebih e-KTP yang ada. sebab, yang lainnya sudah diambil oleh kepala desa (Sangadi-red) masing masing desa. yang terbanyak Nuangan dan Modayag Barat. untuk wajib KTP di Boltim, ada ketambahan tahun ini, ketimbang tahun lalu. itu sekitar 0,8 % dari 52 ribu wajib KTP di Boltim” jelas, Rusmin saat disambangi diruang kerjanya

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sementara melakukan pemutakhiran data disemua desa. ada sekitar 37.000 lembar F101 fotrmat pendataan penduduk, melalui kepala-kepala dusun di desa “data dicapil diturunkan ke desa guna validasi untuk, berapa wajib KTP dan yang sudah meninggal dunia yang masih tercatat di Capil. Saya himbau kepada Sangadi-Sangadi, untuk melakukan kembali pemutakhiran data sesuai format. kemudian, aparat desa juga harus bertanggungjawab atas kebenaran data yang ada” ujar, Rusmin kepada media kami (21/11).  (Topan)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *