Program Biru Camat Kotabunan Di Sorot

Program Biru Camat Kotabunan Di Sorot

Program Biru yang dicanangkang oleh Camat Kotabunan, Rahman Hulalata, menuai sorotan masyarakat Desa Kotabunan Bersatu dan Bulawan Bersatu. Pasalnya, program biru terkesan berbau politik. Salah satunya pemasangan bendera hias atau bendera umbul-umbul berwarna biru pada saat lebaran Idul Fitri baru-baru ini. Dimana informasi yang didapat, okum Camat diduga memerintahkan para Sangadi, warga harus pasang bendera hias warna biru sebagaimana program Kotabunan biru.

Mirisnya, bendera tersebut ternyata tidak gratis melainkan dijual dengan harga Rp50 ribu. Katanya ini perintah Camat, bendera harus dipasang dan dibayar Rp50 ribu. Warga pun jadi heran karena setahu mereka bendera yang dipasang pada setiap hari-hari besar hanya warna merah putih saja. Anehnya lagi, harus dibayar dengan harga Rp50 ribu.

“Kami sangat menyayangkan sikap Camat Kotabunan, bikin program tapi masyarakat yang dibebankan. Buktinya bendera harus dibayar dengan harga sebesar Rp50 ribu, ” ungkap sumber resmi, yang meminta nama mereka tak disebutkan.

Warga menduga, munculnya program biru ini diduga hasil berkonspirasi atau kerja sama Camat dengan salah satu oknum Anggota legislatif (Aleg) Boltim. “Munculnya program biru di Kecamatan Kotabunan, diduga karena hasil konspirasi antara Camat Kotabunan dengan oknum Aleg Boltim, ” beber sumber.

Terkait hal ini, Camat Kotabunan Rahman Hulalata ketika dikonfirmasi mengakui bahwa memang bendera umbul-umbul yang dipasang  disetiap rumah warga itu memang ada biayanya. “Bendera yang dipasang waktu lebaran lalu itu ada biayanya yang dibebankan ke warga sebesar Rp50 ribu. Jadi tidak ada yang gratis, ” kata Hulalata, Rabu (12/7/17).

Namun Hulalalat membanta bahwa program biru ini hasil kerja sama dengan oknum Anggota Dewan tersebut. “Program biru muncul atas kesepakatan bersama dengan para Sangadi se Kecamatan Kotabunan di Desa Bukaka pada waktu itu. Jadi program ini tidak ada hubungan dengan politik, apalagi kerja sama dengan anggota dewan, itu tidak benar, ” terang Hulalata.(Topan)

 

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *