Menurunkan Ketegangan Pasca – Pilkada di Kantor

Menurunkan Ketegangan Pasca – Pilkada di Kantor

Pilkada serentak 15 Februari baru saja berlalu. Kita sudah mengetahui hasil pemilihan kepala daerah yang dirilis oleh beberapa lembaga survei terpercaya. Sebagian orang merasa senang karena calonnya terpilih, sementara sebagian lainnya kecewa.

Kuncinya adalah diskusi

Saat ini, ada sedikit orang yang sedang merasa kecewa. Mereka adalah pemilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur / Bupati/ Walikota yang kalah Mungkin mereka adalah pegawai yang bekerja di kantor Anda.

Maka, manajer harus proaktif untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul karena kekecewaaan dan perdebatan di antara staf pasca-pilkada. Anda bisa bicara dengan anggota tim secara individu. Anda juga bisa bicara kepada sekelompok orang yang diketahui mendukung salah satu pasangan calon.

Tapi, ketegangan lebih besar mungkin akan terjadi pasca-pilkada putaran dua mendatang. Manajer harus mempersiapkan diri dan membuat rencana untuk mengatasi masalah di antara dua kelompok besar yang berbeda pandangan politik. Anda harus mengantisipasi ketegangan yang mngkin terjadi pasca-pilkada putaran kedua.

Menekankan tugas utama sebagai karyawan

Pastikan semua pegawai tahu bahwa mereka dibutuhkan dalam organisasi. Mereka adalah pegawai. Bukan politikus. Jadi, mereka harus tetap fokus bekerja. Dalam beberapa kasus, atasan bisa saja memberi pekerjaan baru sehingga pegawai bisa fokus pada tugas-tugas daripada mengobrol tentang politik di kantor.

Manajer juga bisa berdiskusi langsung dengan karyawan. Pada pembicaraan ini, Anda bisa mengingatkan pegawai tentang tanggung jawabnya di kantor. Anda juga bisa mengangkat pembicaraan di luar pekerjaan. Bukan tentang hasil pilkada. Namun, tetang isu lain yang membuat pegawai merasa cemas, perkembangan berita hoax, dan sebagainya.

Membangun budaya untuk belajar, bicara dan mencoba memahami

Manajer tidak perlu memadamkan semangat karyawan untuk berdiskusi mengenai topik yang sulit. Terkadang, perdebatan di antara pegawai memang perlu. Anda bisa melihat bagaimana mereka mempertahankan argumen masing-masing. Tapi, manajer harus bisa mengendalikan suasana agar perdebatan tidak berkembang menjadi sebuah kekacauan, kemarahan dan akhirnya kontraproduktif.

Anda bisa mulai membangun budaya diskusi yang sehat. Perusahaan bisa saja memfasilitasi pegawai untuk bisa belajar bicara dan berdiskusi dengan baik di kantor. Anda bisa mengundang coach bersertifikat untuk memberikan pelatihan di tempat kerja.

Manajer bisa saja mengabaikan masalah pilkada. Sebab, sebenarnya pandangan politik masing-masing pegawai bukan urusan kantor. Tetapi, pemimpin yang bijak mestinya bisa melihat dampak yang besar yang bisa ditimbulkan dari pilkada.

Jika manajer mau mengambil langkah untuk menurunkan ketegangan pasca-pilkada, maka Anda akan mendapat keuntungan lebih dari yang dibayangkan. Mungkin hari ini, manajer bisa memulai meeting tim dengan mengucapkan kata-kata inspiratif yang mendorong pegawai untuk semangat bekerja, bukan memikirkan hasil pilkada. Sumber. Qerja.com

Sunber Foto; Flickr

 

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *