Nama Bandara Harus Tokoh Pejuang Bolmong

Nama Bandara Harus Tokoh Pejuang Bolmong

Podu: Fisiknya Saja Belum, Ko’ Sudah Diperdebatkan

SuaraBMR.com, Bolmong- Pembangunan runway dan gedung Bandar Udara (Bandara) di Desa Lalow Kecamatan Lolak saat ini terus dimatangkan dalam pengurusan izin di Kementerian Perhubungan Ri oleh pemerintah daerah.

Melalui Dinas Perhubungan Bolmong, hingga saat ini masih terus berjuang dan melalukan terobosan untuk memuluskan pengurusan izin serta dokumen lainnya yang masih tertahan di Pusat.

Namun seiring waktu berjalan, saat ini nama bandarapun kini tengah menjadi perbincangan dan konsumsi publik. Maka dari itu Pemkab Bolmong akan menyiapkan nama bandara untuk dijadikan identitas dan bandara ibi akan menjadi pusat perekonomian dan pintu investasi dalam pembangunan daerah kedepan.

Bupati Bolmong, diberbagai kesempatan mengatakan pihaknya terus memacu proses tahapan pembangunan, sehingga apa yang kita cita-cita, akan segera terwujud.

Bupati menambahkan soal nama bandara merupakan sarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.” soal nama bandara nanti kita bicarakan selanjutnya,” kata Bupati.

Ia menambahkan, dalam penamaan nanti, kita harus duduk bersama dan membahas hal ini dengan pihak DPRD, untuk diperdakan.timpal Salihi.

Rici Podu, S.Kom, salah satu tokoh generasi muda Bolmong yang juga aktivis GMNI ini mengatakan, seharusnya saat ini Pemkab melalui Dinas terkait terus mastikan soal keberadaan izin dan administrasi pembangunan bandara, sebab menurut pandangannya, jangankan bandara di Bolmong yang baru sebatas izin rekomendasi kata Podu, Bandara Samarinda di Kalimantan Timur pun pembangunan fisiknya sudah 100 persen, namun masih banyak kendala yang dihadapi, soal penamaan bandara itu kewenangan pemerintah Provinsi, yang diusulkan pemkab melalui DPRD Bolmong. ” Saat ini kita masih sebatas berwacana soal nama bandara. Yang terpenting saat ini keseriusan pemkab dan komitmen pusat yang dibutuhkan, agar nantinya bandara ini benar-benar berjalan dengan harapan”, Jelas Rici.

Ia menambahkan, jika memang persoalan administrasi di Kementerian  semuanya sudah tuntas, barulah nama bandara yang diperdebatkan, tukasnya.

“kita doakan bersama semoga pemerintah terus mengawal proses berjalanya tahapan pembangunan bandara ini, agar tidak terjadi hal yang sama seperti pembangunan bandara di beberapa daerah yang berujung pada pemutusan kontrak kerja pembangunan fisik bandara”.timpal Podu.(uchan).

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *