APBDes Terlambat, Dandes Bisa Terhambat

APBDes Terlambat,  Dandes Bisa Terhambat

Suara BMR, Kotamobagu  — Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan aset Daerah (DPPKAD) mengharapkan kepada seluruh desa untuk segera merampungkan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes)

Pemerintah sendiri dalam proses penyaluran dana desa terus melakukan upaya baik DPPKAD dan BPMD yakni dengan memberikan pendampingan dalam kaitan menginput data APBDes ke dalam Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA)

“DPPKAD tetap melakukan pendampingan sebab sebelumnya juga seperti itu, dan sudah ada beberapa desa saat ini, telah mengaktifkan Aplikasi SIMDA, dengan demikian maka diharapkan pemerintahan desa dapat melakukan kerja kerja yang cepat,” ujar Rio Lombone (06/03)

Lebih lanjut dirinya memberikan informasi terkait dengan Regulasi kementerian untuk penyaluran Dana Desa (Dandes)

“Sebagaimana diatur dalam regulasi bahwa penyaluran Dandes dilakukan dua tahap, dengan pembagian 60 persen pada tahap I, dan sisanya yakni 40 persen pada tahap II,” jelasnya

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya setiap Desa harus memasukan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) adalah syarat penerimaan dana desa, maka untuk saat ini disesuaikan anggaran yang disalurkan.

“APBDes jelas adalah syarat mutlak dalam penerimaan dana desa, maka kami meminta agar secepatnya dapat disusun, sebab bilamana prosesnya terlambat maka bisa pula dana desanya terhambat, dan hal tersebut jelas kita tidak inginkan bersama,” tukas Rio Lombone. (jo)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *