Rangkap Jabatan, Oknum Sangadi Kena TGR 18 Juta

Rangkap Jabatan, Oknum Sangadi Kena TGR 18 Juta

Tutuyan, SuaraBMR.com — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Boltim Ir Muhammad Assegaf, meminta Sangadi Desa Bongkudai Barat (Bonbar) Dahry Lentang melepas jabatan.

Pasalnya, Dahry dipilih masyarakat untuk memimpin Bonbar lima tahun, merupakan PNS di Boltim. Sehingga tidak bias menjabat sangadi. Karena bias dikenakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

“Jabatannya dicopot karena menerima gaji double selama sembilan bulan. Selain TPAPD, ia menerima tunjungan PNS,” terang Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Boltim Muhammad Assagaf.

Dijelaskannya, kalau dikalkulasi selama sembilan bulan dikali tunjangan sangadi Rp2 juta per bulan. Dahry terancam TGR Rp18 juta. Jumlah tersebut diluar jabatannya sebagai Sangadi. “Dahry wajib mengembalikan TGR, karena itu uang negara. Saya sudah meminta asisten I untuk memproses,” jelasnya.

Dahry dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak mungkin terkena TGR. Karena Peraturan Menteri Dalam negeri (Permendagri) nomor 112 ayat 47 menyebutkan, PNS menjadi sangadi berhak menerima tunjangannya dan tidak kena TGR. “Aturannya saya sudah baca, nanti kalau dipanggil Sekkab saya tetap siap untuk mengklarifikasi,” sebutnya.

Jika dirinya disuruh memilih, ia akan tetap memilih menjadi PNS dan sangadi. Kalaupun hanya satu, ia akan menanyakan pada masyarakat Bonbar. “Saya perlu melakukan musyawarah dengan warga Bonbar. Baru saya mengambil keputusan,” tutupnya. (Sis)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *