Dinilai Tidak Berkooordinasi, Lurah Motoboi Di Marahi Oleh Walikota

Dinilai Tidak Berkooordinasi, Lurah Motoboi Di Marahi Oleh Walikota

Kotamobagu, Suara BMR – Walikota Kotamobagu pada acara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Adat Lidok di Kelurahan Motoboi Besar sempat memarahi Lurah motoboi yang dinilai tidak berkoordinasi dengan pemerintah sehingga kegiatan Program dari Dirjen Kebudayaan Pusat tidak sama sekali diketahuinya.

Terlebih kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Balai Kebudayaan Provinsi Sulut dan Gorontalo, Walikota pun mengetahui adanya program tersebut saat dirinya diundang untuk peletakan Batu Pertama.

Namun Meski demikian, saat dikonfirmasi ke Kabag Humas Pemkot Suhartien Tegela, mengatakan bahwa Walikota Kotamobagu, Ir.Hj.Tatong Bara memberikan Apresiasi yang sangat besar, dengan adanya Program Pelestarian Budaya, sebab sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Kotamobagu yakni mewujudkan Kota Kotamobagu yang berbudaya.

“Memang benar Walikota sempat memarahi Lurah Motoboi, terkait dengan Koordinasi saja, namun soal Kegiatan itu sendiri yakni Pembangunan Rumah Adat Lidok, Ibu Walikota sangat mengapresiasi.” Tegas Suhartien

Lanjut Suhartien.” Sebab dari 15 Kabupaten Kota se Sulawesi Utara hanya ada 4 Daerah saja yang mendapat bantuan Hibah dari Kementrian untuk Desa Adat. Yakni Sanger Bersatu hanya Satu Desa, Minahasa Bersatu hanya Satu Desa, sedangkan Bolaang Mongondow Bersatu Terdapat Dua Desa, yaitu Desa Bilalang Baru sebagai Desa Motayok dan Kelurahan Motoboi Besar sebagai Desa Adat Lidok, dan masing masing mendapat Dana Hibah sebesar 480 Juta Rupiah.

Pemerintah sendiri sangat mendukung adanya program ini, sebab memang sangat penting menjaga dan melestarikan Nilai-nilai Budaya yang sebagian besar sudah terkikis oleh perkembangan jaman. Tutup Kabag Humas Suhartien Tegela.(JJ)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *