Panwaslu Kembali Gelar Focus Discussion

Panwaslu Kembali Gelar Focus Discussion

Kotamobagu, Suara BMR – Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulut Periode Tahun 2015 -2020 kembali menggelar Focus Discussion dengan Tema Penanganan Pelanggaran Dalam Kampanye, Selasa (27/10/2015) di Sekretariat Panwas jalan Siliwangi Kotamobagu Timur.

Focus Discussion dibuka oleh Ketua Panwas yang diwakili oleh Komisioner Devisi Penindakan yakni Herdi Dayow.SE. sekaligus pemateri bersama Kabag Tata Praja Pemerintah Kotamobagu yakni Moh. Edo Mopobela.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh Penwas Tingkat Kelurahan dan kecamatan, serta dari unsur pemuda dan tokoh masyarakat tersebut berlangsung dengan alot. Terutama terkait penindakan atas pelanggaran bagi para Aparat Sipil Negara (ASN) sebagaimana dijelaskan oleh Mo.Edo Mopobela.

“Sesuai Dengan PP 53, PNS dilarang terlibat dalam kegiatan Politik Praktis, dan jika kedapatan dan terbukti maka konsekwensinya bisa dipecat.” Ujar Mopobela

Sementara itu Devisi Penindakan Herdi dayow menyampaikan bahwa, pihak Panwas sendiri menemukan beberapa Oknum PNS yang diduga terlibat Politik Praktis, bahkan sudah diperiksa untuk klarifikasi.

“Sejauh ini ada sekitar enam orang ASN diperiksa, dan sudah diproses pada tahapan selanjutnya, dengan ragam pelanggaran, Ada rekomendasinya langsung ke BKD Kotamobagu, dan ada juga berproses ke tingkat Bawaslu sesuai dengan Tingkatan pelanggaran.” Terang Herdi

Menurut Herdi, Peraturan baru saat ini, baik PKPU No.07 tahun 2015, Undang-undang No.08 tahun yang sama, dan Perbawaslu No. 10, menjadi pedoman dasar Panwaslu kotamobagu dalam hajatan Pesta Demokrasi.

“sesuai peraturan perundang undangan, kewenangan Panwaslu naik setingkat dibandingkan dengan Regulasi lama.” Tegasnya

Dirinya mencontohkan soal kewenangan Panwaslu terkait Rekomendasi langsung ke BKN Regional, dalam penindakan tegas terhadap adanya pelanggaran berat dari oknum ASN yang terlibat Politik Praktis.

“Jika dulunya Panwaslu hanya merekomendasikan saja ke Walikota atau Bupati , maka kita Bisa langsung Ke Komisi ASN.” Tukas Derdi Dayow. (jo)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *