DKP Boltim Minim Pengawasan

DKP Boltim Minim Pengawasan

Bom Ikan, Ancam Laut Boltim

 

Tutuyan, SuaraBMR – Nampaknya pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada masa Pemilihan kepala daerah (Pilkada) ini mendapatkan pekerjaan rumah (PR) baru tentang pengawasan keamanan. Tidak hanya melakukan pengawasan pengamanan di wilayah darat saja, namun tindakan ekstra yang sama juga harus diberlakukan pada wilayah pesisir laut Boltim, mengingat dari data luasan jalur dan potensi hasil laut lepas Boltim sebesar 1022 mil yang berbatasan dengan laut Maluku, selain sangat rentan terhadap masuknya para ‘penyusup’ juga mengantisipasi akan tindakan kriminalitas dalam hal ini penangkapan ikan manual menggunakan bahan peledak.
Kepala dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Boltim, Iksan Pangalima mengakui bahwa DKP juga masih kekurangan personil dalam bidang pengawasan untuk mengawasi pesisir laut yang luas besarannya tidak sepadan dengan petugas jaga yang sekarang ini hanya berjumlah satu hingga dua orang pengawas saja sehingga harus dimaksimalkan dengan penambahan petugas penjagaan agar maksimal.
“Sejujurnya sekarang itu baru ada dua petugas pengawasan dan mereka harus memantau dari teluk Buyat hingga pesisir teluk yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), itu sangat memprihatinkan karena 1022 mil wilayah laut dengan dua tenaga pengawas tidak akan maksimal,”terang Iksan, belum lama ini.
Dikungkapkannya, untuk memaksimalkan pengawasan tersebut maka sekiranya DKP memiliki enam petugas pengawasan yang sudah mengantongi sertifikat atau SK dari pengawasan dari Kementerian sehingga pengawasan laut Boltim bisa terpantau setiap harinya. “Kapal pengawasan juga harus ada satu unit untuk melakukan patroli secara bergantian siang dan malam. Dan untuk personil itu harus mengikuti pendidikan khusus di Pusdiklat Bandung,”terangnya.
Sebelumnya juga oleh Sekertaris daerah (Sekda) Boltim, Muhammad Assagaf dalam agenda sosialisasi pemberantasan narkoba di Kantor Kecamatan Tutuyan, telah membeberkan sejumlah data lokasi rawan yang terdapat diwilayah laut Boltim seperti, teluk Buyat, Tutuyan dan Nuangan. Dimana dalam pengamanan ketiga teluk tersebut juga, Pemda meminta instansi TNI dan Polri untuk sama-sama bisa mengantisipasi masuknya segala kemungkinan tindakan kriminalitas ke daerah Boltim. “Panjang ke tiga teluk tersebut masuk dalam catatan merah atau daerah waspada Kepolisian karena pengaruh luas bentangan laut teluk Tomini yang ada dihadapan tiga teluk ini terkadang juga kepolisian kewalahan mengatasinya karena kurangnya personil walaupun digabung kedua Polsek (Nuangan dan Kotabunan,red) masih belum cukup mengawasi panjang pantai Boltim yang sekitar 100 kilo lebih,”ungkap Assagaf. (SIS)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *