Situs sejarah kuburan para raja “jere” jadi tempat makan sapi

Situs sejarah kuburan para raja “jere” jadi tempat makan sapi
Boroko, suarabmr.com – Situs peninggalan bersejarah rupanya kurang di seriusi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bolaang Mongondow Utara. Buktinya kuburan para raja Kaidipang (Jere) yang ada Desa Kuala lepas dari Perhatian Pemerintah.

Terpantau wartawan online ini, Kondisi jere sangat memprihatinkan. Pagarnya mulai lapuk termakan usia dan jere dipenuhi ilalang dan semak belukar. Parahnya lagi, didalam jere atau kuburan para raja dijadikan kandang atau tempat makan sapi oleh masyarakat sekitar.

 “kami harap jere ini di jadikan perhatian serius dari pemerintah. Jere merupakan situs sejarah yang perlu dilestarikan,” harap Ramdan warga yang tinggal disekitar jere.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut Karel Bangko SH ketika dimintai tanggapan, menyayangkan tidak seriusnya pemerintah melakukan pemeliharaan situs jere di desa Kuala. ” Jere merupakan sejarah bahwa pernah ada yang namanya Kerajaan Kaidipang besar dan itu dibuktikan dari adanya kubur para raja,” ujar Bangko.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubparkominfo) Bolmut Syarifudin Potabuga melalui Kabid Pariwisata dan Budaya Fadlun Paputungan kaget mendengar jere dijadikan kandang sapi oleh warga sekitar. Menurutnya untuk 2016 pihaknya sudah mengusulkan anggaran pemeliharaan dua situs yang ada di Bolmut masing-masing Jere Bintauna dan Jere Kaidipang.

“Pengelolaan Jere ada yayasan yang menanganinya. Dibawah dari Balai Purbakala yang ada di Gorontalo. Tapi untuk tahun depan kami berupaya agar ada anggaran untuk pemeliharaan dan itu sudah diusulkan,” tutup paputungan. (Rndy)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *