Kepingan Surga Yang Terabaikan

Kepingan Surga Yang Terabaikan

Tak begitu banyak orang tahu keberadaan potensi serta keindahan anugrah Tuhan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten dengan dengan luas 899,42 km2, dengan jumlah penduduk 82.315 menyimpan berbagai potensi Panorama Alam yang belum terjamah.

Salah satunya keindahan pulau yang menjejeri bentangan laut Kabupaten penghasil cengeh ini, Pulau NANAS begitulah masyarakat menamainya, pulau yang terletak di hamparan laut maluku ini membentang di kelilingi balutan pasir putih nan eksotis.

Jpeg

Dari kejauhan nuansa exotic pulau ini bisa di lihat dari berbagai arah. Mulai dari tanjung kotabunan nampak terlihat jelas, begitu pula dari arah pantai, di sepanjang tepi pantai Desa Paret, Desa Tombolikat, Desa Tutuyan hingga Desa Togid dihadapkan pemandangan pulau yang terbilang perawan ini.

Untuk mencapai pulau ini sangatlah tidak sulit (meski sebenarnya sulit karena belum ada transportasi rutin), kita bisa naik perahu tradisional (katinting) yang biasa dipakai para nelayan untuk mencari nafkah di laut tersebut, dengan jangkauan hanya memakan waktu 10 Menit.

Tak hanya hamparan pasir putih yang membuat mata terkesima, keindahan exotica bawah laut pun tak kalah menggugah selerah para diving dan wisatawan untuk menatap pesona yang tak dimiliki di daerah lain. Bahkan sebuah karang yang jarang ditemukan di Dunia ini, salah satunya terdapat di dalam bawah laut tersebut.

Selain itu, terdapat danau kecil laksana permandian raja menambah nuansa asri, juga hamparan nyiur nan indah melambai. Sungguh pesona pulau nanas ba’ gadis perawan desa yang belum pernah menghirup polusi udara kota dan hingar bingarnya pergaulan bebas. Oh pulau nanas sungguh ingin ku bangun villa di sana untuk menikmati ciptaan Tuhan bagai kepingan surga.

Namun apa daya keindahan dan pesona pulau nanas dengan hamparan pasir putihnya, di kelilingi pesona bawah laut yang begitu eksotis, belum di perhatikan oleh pemerintah. sejatinya potensi pulau ini bisa membuat daerah ini menjadi mandiri dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah bila dikelola.

Tujuh tahun sudah Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mekar dengan induknya, tak banyak potensi pariwisata yang di eksplorasi dan diketahui halayak dunia. Apa daya gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan nampak, mungkin itu pepatah yang pantas di sematkan kepada pemerintahan sekarang. wallahualam bissawab.

Penulis : Muhammad Riswan Hulalata

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *