BPNB MANADO MERIAHKAN HUT BOLMUT 2015

BPNB MANADO MERIAHKAN HUT BOLMUT 2015

Bolmut, Suarabmr – Pendopo di tengah lapangan kembar Buroko sore (21/5/2015) tampak ramai dan semarak. Kali ini panggung di pendopo itu dimeriahkan oleh aneka atraksi budaya Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) serta berbagai seni budaya daerah lain di lingkungan Sulawesi Utara. Pergelaran sore itu bukan saja memikat tetapi juga terkesan kolosal bagi hadirin yang dari jajaran elit Bolmut itu.

Tidak seperti biasanya, khusus di acara sore itu, kedatangan Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs. Depri Pontoh disambut gempita oleh rancak gerakan tari dan pekikan I Yayat U Santi para penari Kabasaran, yaitu tari penjemput tamu ala Minahasa.

Acara budaya yang jarang terjadi di wilayah Bolmut itu dirancang oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Pariwisata Informasi Komunikasi Bolmut. Acara ini khusus diracik untuk menyambut dan memarakkan usia delapan tahun Kabupaten Bolmut. ”Kami sepakat menggelar panggung seni budaya Sulawesj Utara ini di arena Expo Bolmut 2015 ini,” ujar A.Maloho, ketua panitia peringatan HUT itu.

Drs. Rusli Monarek, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado, memaparkan, pergelaran sejenis merupakan kegiatan yang dilaksanakan berkala tahunan oleh instansinya. ”Tahun lalu kami laksanakan di Bolsel, nah kini di Bolmut,” ujarnya. Menurutnya, pagelaran itu semata dalam rangka melestarikan budaya bangsa. ”Kami memang bertugas mengkaji nilai dan memperjuangkan agar berbagai nilai budaya itu ditetapkan sebagai warisan budaya bangsa, bahkan dunia. ”Kini kami sedang berjuang agar Mogama diakui sebagai warisan budaya,” tambahnya .

Bupati Bolmut yang tampak sumringah dengan acara itu tidak memberi sambutan panjang, karena menurutnya,” Saya justru ingin segera menikmati sajian seni budaya Sulawesi Utara, karena Bolmut kan bagian dari Silawesi Utara,” ungkapnya. Bupati sekadar berpesan pada BPNB Manado untuk mengkaji berbagai budaya dari dua etnik Bolmut, yaitu etnik Kaidipang Besar dan Bintauna,” tandasnya.

Acara sore itu dipuncaki dengan penampilan beberapa seni budaya Bolmut dan dari daerah lain di Sulawesi Utara. Tim seni budaya Bolmut membuka sajian dengan tarian Sosilaro (cermin), Monalu dan Samrah Modern. Sementara tim BPNB Manado menyajikan tari kolosal Maengket nan memikat, kolintang dan musik bambu yang diarahkan oleh Sinyo Mononutu, Ketua Forum Seni Budaya Sulawesi Utara. (pit)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *