Semangat Kaum Pergerakan, Untuk Perubahan Indonesia

Semangat Kaum Pergerakan, Untuk  Perubahan Indonesia

“Kibarkan Benderamu PMII untuk melawan Radikalisme dan Kebobrokan Moral Bangsa ini dengan berlandaskan pada Intelektualitas” Berjuanglah PMII Berjuang !!!!!  Harmin Manoppo.   Ketua GP Ansor Kec. Posigadan dan Alumni PMII Sulsel 2006.

Tepat pada tanggal 17 April 2015, Organisasi Kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merayakan hari lahirnya yang ke-55 Tahun. Serentak seluruh kader PMII se-Indonesia merayakan harlah organisasi yang berlatar belakang NU dengan berbagai macam kegiatan. Namun, akan terasa kurang bermakna atau mungkin “berdosa” ketika dalam setiap perayaan harlahnya tidak dibarengi dengan kontribusi dalam pembangunan bangsa. Karena dalam usianya yang sudah-55  tahun, bukan merupakan rentetan angka-angka yang pendek dan sia-sia, tapi itu adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, apalagi dibarengi dengan berperan serta dalam mencapai pembangunan Bangsa Indonesia menuju lebih baik.

Dalam harlahnya yang ke-55  tahun ini, PMII harus dapat menunjukan eksistensinya sebagai organisasi yang kokoh dan  berperan untuk kemashlahatan warga Indonesia  ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

Harlah PMII ke-55 ini juga sebagai momentum untuk berkomitmen menemukan arah yang jelas dalam setiap proses kaderisasinya, mendiasporakan gerakan keseluruh berbagai bidang guna berperan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan dan melestarikan cita hidup kemasyarakatan yang mampu menyejahterakan Masyarakat secara menyeluruh dan tuntas (rahmatan li al-alamin).

Kita semua sudah tahu, dan ini sudah menjadi rahasia umum mengenai berbagai permasalahan di Indonesia yang tak kunjung usai, malah betambah dengan masalah-masalah yang baru. Permasalahan yang sangat terlihat, korupsi misalkan, sudah puluhan triliun uang Negara yang dikorupsi oleh pejabat-pejabat Negara.

Sangat ironis  sekali ketika permasalahan di Indonesia terus-menerus dibiarkan, maka akan semakin akut. Belum lagi masalah dibidang pendidikan yang menyangkut soal moral anak bangsa, ekonomi dengan kemiskinannya, politik, sosial, dan lain-lain. Permasalahan di Indonesia seperti  Puzzle,  yang sulit tersusun dengan rapi. Belum lagi, saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, yakni kondisi meningkatnya usia produktif.

Perlu kerja ekstra dari berbagai kalangan untuk membenahi SDM khususnya di usia produktif. Ini merupakan PR serius bagi kaum nahdiyin, karena apabila hal ini tidak dapat ditangani dengan baik, maka akan menjadi bencana besar bagi bangsa Indonesia. Karena banyaknya penduduk usia produktif, namun tidak berproduktif.

Perlu adanya sebuah resolusi,

PMII sekalipun organisasi yang tidak tercantum dalam struktural Nahdlatul Ulama, namun harus diakui bahwa PMII lahir dari rahim NU, saat itu Para ulama NU memberikan ijin untuk berdirinya organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan ahlussunnah wal jama’ah. (Asuwaja)

Diperkuat dengan tradisi keseharian PMII yang sangat bercorak dengan ke-NU-annya. Untuk itu, PMII dan NU harus lebih memperkuat barisannya baik secara intern maupun ekstern, tanpa mengurangi sikap kritis antara keduanya. Sehingga, itu akan menjadikan sebuah kekuatan besar dalam membangunan tatanan kehidupan yang selaras diseluruh aspek; baik ekonomi, sosial, budaya, politik, kepemudaan dan tentunya ­­­­dalam nilai ke-Islaman maupun ke-Indonesiaan.

Penulis, sebagai kader PMII dan juga NU memiliki keyakinan yang seyakin-yakinnya bahwa PMII dan NU mampu berkiprah dengan baik dalam pembangunan bangsa, tentunya dalam menjaga keutuhan NKRI.
Pada akhirnya, harlah PMII ke-55  ini,  diharapkan agar kader-kader PMII tidak larut dan tenggelam dalam euforia atas kelahiran yang ke-55 tahun.

Justru diusia 55  tahun harus sudah membuktikan komitmen, kedewasaan, dan “jenis kelamin” organisasi yang jelas. Hal tersebut agar dapat menjadi persembahan terbaik untuk para founding father kita (PMII). Karena, banyak organisasi kemahasiswaan ataupun kepemudaan yang sudah tergerus oleh keadaan politik dan kerasnya perubahan. Usia ke-55 tahun memang sudah cukup untuk dikatakan tua. Bahkan manusia pada usia tersebut sudah mengalami yang namanya menopause ataupun  andropause, yakni penurunan testoteron akibat umur yang bertambah tua, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Tapi tidak untuk PMII, organisasi kemahasiswaan yang mempunyai orangtua yang jelas, NU, harus semakin menunjukan taringnya, harus lebih go public dan mampu melakukan perubahan terhadap tanah Ibu Pertiwi yang sudah mulai gersang kerontang.

Dirgahayu PMII,” teruslah Berjuang untuk Menjaga NKRI, dari Perampok-perampok Penista Agama, Perampok-perampok berkaki kepentingan Bertangankan Keserakahan, perampok-perampok yang mengelus-elus wajahmu dengan penuh cinta, dan kemudian hanya menikam punggungmu dari belakang.

Tunduk Tertindas Atau Bangkit Melawan Sebab Diam Adalah Penghianatan.
Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamuttariiq

Dirgahayu PMII ke-55

Oleh: Sahabat Amin Laiya

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *