PENTINGNYA BLUSUKAN PETUGAS KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT

Umumnya didaerah pesisir pantai kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) cukup tinggi sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. PTM merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh proses infeksi (tidak infeksius). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa umumnya, keberadaan faktor risiko PTM pada seseorang tidak memberikan gejala sehingga mereka tidak merasa perlu mengatasi faktor resiko dan mengubah gaya hidupnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang jenis PTM cukup baik, dan sebagian besar masyarakat mengetahui bagaimana penderitaan pasien PTM seperti hipertensi, diabetes mellitus (kencing manis) Jantung Koroner, Kanker, gangguan akibat kecelakaan dan cidera. Namun mereka umumnya belum memahami pengaruh faktor resiko PTM terhadap kejadian PTM serta komplikasi yang dapat ditimbulkan PTM. Pada umumnya mereka menganggap bahwa PTM disebabkan faktor genetik, penyakit orang tua atau penyakit orang kaya.

Diwilayah yang masyarakatnya masih minim tingkat pemahaman tentang kesehatan, menyangkut deteksi dini penyakit, ditambah petugas kesehatan yang kurang Paham (Akibat kurikulum perkuliahan yang kurang dipahamai tetapi setelah bertugas merasa sangat pintar sehingga memberikan informasi yang keliru kepada masyarakat) serta keengganan untuk menambah wawasan.

Peran dokter pada Promosi Kesehatan dalam pencegahan maupun Pengendalian Penyakit  sangat besar terutama dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Seperti yang tertuang dalam Dalam Undang Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang : Kesehatan Bab I Pasal I Ketentuan umum, Dalam Undang Рundang ini yang dimaksud dengan :

  1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  3. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
  4. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk enyelenggarakan upaya kesehatan

Dari 10 indikator PHBS di Rumah Tangga, tiga diantaranya merupakan pencegahan faktor risiko bersama PTM yaitu Aktivitas fisik, Konsumsi sayur dan buah serta tidak merokok. Untuk di Kabupaten BOLSEL direncanakan kegiatan blusukan bersama lintas program dan lintas sektoral. Yg bertujuan Memacu kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM untuk nmenurunkan kejadian penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat yang berada di semua tatanan.

Bagaimana caranya ?
Dengan cara menghilangkan atau mengurangi faktor resiko PTM dan memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. Meningkatkan upaya kesehatan melalui promotif dan preventif dengan cara blusukan dari seluruh petugas kesehatan didaerah. Melakukan intervensi secara terpadu pada 3 faktor resiko yang utama yaitu : rokok, aktifitas fisik dan diet seimbang. Melakukan jejaring pencegahan dan penanggulangan PTM. Mencoba mempersiapkan strategi penanganan secara nasional dan daerah terhadap diet, aktivitas fisik, dan rokok. mengembangkan System Surveilans Perilaku Beresiko Terpadu (SSPBT) PTM. Untuk di masa datang upaya pencegahan PTM akan sangat penting karena hal ini dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu rokok, diet seimbang dan aktivitas fisik. Pencegahan PTM perlu didukung oleh para semua pihak terutama para penentu kebijakan baik Nasional maupun loKal. Tanpa itu semua akan menjadi sia-sia saja.

Sasaran

Penentu kebijakan pada sektor terkait. Organisasi profesi yang ada. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sektor Swasta serta Masyarakat.

Kebijakan

Promosi dan pencegahan PTM dilakukan pada seluruh fase kehidupan, melalui pemberdayaan berbagai komponen di masyarakat seperti organisasi profesi, LSM, media Massa, dunia usaha/swasta.

Upaya promosi dan pencegahan PTM tersebut ditekankan pada masyarakat yang masih sehat (well being) dan masyarakat yang beresiko (at risk) dengan tidak melupakan masyarakat yang berpenyakit (deseased population) dan masyarakat yang menderita kecacatan dan memerlukan rehabilitasi (Rehabilitated population).

Penanggulangan PTM

PTM mengutamakan pencegahan timbulnya faktor resiko utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, menu makanan seimbang dan tidak merokok.

Promosi dan pencegahan PTM juga dikembangkan melalui upaya-upaya yang mendorong/memfasilitasi diterbitkannya kebijakan public yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PT.

  • Promosi dan Pencegahan PTM dilakukan melaui pengembangan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi termasuk dunia usaha dan swasta.
  • Promosi dan pencegahan PTM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam semua pelayanan kesehatan yang terkait dengan penanggulangan PTM.
  • Promosi dan pencegahan PTM perlu didukung oleh tenaga professional melalui peningkatan kemampuan secara terus menerus (capacity building). Promosi dan pencegahan PTM dikembangkan dengan menggunakan teknologi tepat guna sesuai dengan masalah, potensi dan social budaya untuk meningkatkan efektifitas intervensi yang dilakukan di bidang penanggulangan PTM.Strategi

Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan (Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll) Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas fisik dan kesehatan lainnya yang mendukung. Strategi promosi dan pencegahan PTM secara umum meliputi Advokasi, Bina suasana dan Pemberdayaan masyarakat. Mendorong dan memfasilitasi adanya kebijakan public berwawasan kesehatan yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.

Mendorong dan memfasilitasi berfungsinya jaringan kerjasama antar institusi penyelenggara promosi dan mitra potensi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan PTM. Meningkatkan peran aktif tenaga promosi kesehatan di dalam upaya penanggulangan PTM secara komprehensif baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif di masing-masing institusi pelayanan.

Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan kesehatan mandiri masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemecahan masalah PTM yang dihadapi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungannya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.

Mengembangkan daerah kajian teknologi promosi kesehatan tepat guna dalam penanggulangan PTM.

Indikator
Untuk mengetahui sampai seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan strategi penanggulangan PTM, ada beberapa patokan yang dapat dipergunakan untuk monitoring dan evaluasi melalui system pencatatan dan pelaporan kegiatan pencegahan dan penanggulangan PTM. Indikator keberhasilan strategi promosi dan pencegahan PTM.

Indikator Umum

Menurunnya angka kematian (mortalitas) penderita PTM utama. Menurunnya angka kesakitan (morbiditas) penderita PTM utama. Menurunnya angka kecacatan (disabilitas) penderita PTM utama. Menurunnya angka faktor risiko bersama PTM utama.

Indikator Khusus

Penurunan 3 faktor risiko utama PTM (merokok, kurang aktifitas fisik dan konsumsi rendah serat).
Penurunan proporsi penduduk yang mengalami obesitas, penyalahgunaan alcohol dan BBLR.
Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sektor yang mendukung penanggulangan PTM.

Peningkatan bina suasana melalui kemitraan dalam pemberdayaan potensi masyarakat.
Tersedianya model-model intervensi yang efektif dalam promosi dan pencegahan PTM.
Peningkatan pelaksanaan promosi dan pencegahan di institusi pelayanan.
Pemantauan Rencana Operasional Promosi Kesehatan dalam Pengendalian PTM dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan setiap tahun dalam kurun waktu 5 tahun.
Pemantauan merupakan upaya untuk mengamati seberapa jauh kegiatan yang direncanakan sudah dilaksanakan.
Masyarakat sehat adalah investasi masa Depan Bangsa,

SALAM SEHAT INDONESIA!!!!

Oleh dr, Bambang (Inspirator Dokter Kerakyatan)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *