Kematian Ibu Bersalin bertambah, Bolmut, Minim Fasilitas, Dan Dokter Spesialis

Kematian Ibu Bersalin bertambah, Bolmut, Minim Fasilitas, Dan Dokter Spesialis

Boroko, Suarabmr.com Angka kematian ibu menjadi sorotan media kali ini, minimnya fasilitas dan dokter spesial menjadi salah satu faktor bertambahnya angka kematian ibu dan bayi.

Miris memang,  sehingga mengundang komentar dari sejumlah kalangan,  aktifis muda Agus Heydemans, seharusnya ini menjadi acuan pemerintah daerah untuk mendatangkan dokter ahli spesialis kandungan dan fasilitas yang  memadai agar alur medis di Bolaang Mongondow Utara bisa jalan, intinya tidak ada lagi yang dinamakan rujukan ke Gorontalo yang jaraknya harus ditempuh beratus-ratus kilo meter.

Heydemans, RSUD harus beperan aktif dalam menangani kasus ini, agar jangan sampai terulang kembali, masalah Perda RSUD tidak masalah yang menjadi masalah adalah kurangnya tenaga ahli seperti dokter spesial kandungan dan fasilitas,”ujarnya.

sementara itu Juni Djenaan Kepala Puskesmas Boroko saat dikonfirmasi terkait masalah itu mengatakan bahwa memang saat akan dirujuk sudah dalam keadaan fase aktif (segera akan melahirkan) jadi kami memutuskan untuk menahan pasien agar tidak dirujuk menjaga jangan sampai melahirkan di jalan, proses melahirkan memang normal bayi selamat, sampai ke menit 15 plasenta belum keluar dan dilakukan plasenta manual, sayangnya tidak membuahkan hasil akibatnya kondisi ibu semakin melemah serta terjadi pendarahan.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani hal ini tapi Tuhan berkehendak lain, melihat posisi ibu dan bayi sebenarnya harus dilakukan operasi (cecar) karena bobot tubuh ibu dan bayi sangat besar melampaui ibu bersalin normal sekitar 90 kg,”tutupnya. (rendi)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *