Janji Politik Yang Ter Ingkari Di Kotamobagu, II

Janji Politik Yang Ter Ingkari Di Kotamobagu, II

Janji yang disampaikan pada masyarakat kotamobagu, yakni menjadikan kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis jasa berkualitas, system pendidikan dan kesehatan yang bermutu, kota yang memiliki kualitas lingkungan hidup sehat dan bersih serta tertata dan berkembang.

TB-Jadi pun ingin mewujudkan Kotamobagu sebagai kota dinamis,kreatif dan inovatif, meningkatkan pemberdayaan masyarakat kotamobagu dengan konsep ekonomi kerakyatan, hal ini sebagaimana mereka sampaikan pada penyampaian Visi dan Misi di depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Pilwako kemerin yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu yang disaksikan oleh Rakyat baik secara langsung Maupun Melalui Radio Lokal.

Kini banyak orang mempertanyakan janji politik tersebut,sebab faktanya apa yang dijanjikan sangat jauh dari sebuah kenyataan, baik dari sector yang diprioritaskan yakni Kesehatan,pendidikan,perdagangan,dan sector-sektor lainnya,

Komisi III DPRD Kotamobagu yang bermitra kerja dengan Dinas Kesehatan pada saat melakukan kunjungan kerja faktanya justru menemukan berbagai persoalan di Rumah Sakit Kotamobagu, yakni jumlah Tenaga Dokter terbatas dengan jumlah hanya 6 dokter spesialis demikian pula jumlah Pegawainya sedikit, peralatan medis tidak memadai,dan kondisi Bangunan yang sudah mulai harus direnovasi di beberapa bagian.

Sektor Perdagangan dan industry faktanya hari ini paska pembongkaran paksa pada pedanggang kemarin untuk angkat kaki dari tempat tersebut, guna dibangun gedung Pasar layak, yakni Pasar 23 Maret justru tidak selesai dan kini malah menjadi penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Demikian pula pemanfaatan puluhan Gedung yang ditinggalkan oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow kepada pemerintahan Kotamobagu, terkesan ada pembiaran tanpa perawatan, padahal potensi bangunan yang statusnya kini semakin rusak dan angker tersebut jika dikelola bisa mendatangkan PAD.

Demikian pula dengan adanya dugaan kasus 5 Milliar yang sempat heboh beberapa hari kemarin dan hingga kini masih menjadi mesteri, sebab pada kenyataannya sampai dengan detik ini, pemkot belum melaksanakan proses pembayaran pada pihak ke 3 (kontraktor) dan justru dihitung hutang pemkot pada pihak ke 3, meski demikian pemerintah tetap berdalih bahwa tidak ada unsure korupsi sebab tak ada uang Negara yang dirugikan dan menganggap bahwa itu semua adalah murnih akibat kelalayan (miskomunikasi) padahal jika kita rasionalisasikan soal tidak terbayarnya 5 Milliar adalah adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan, sebagaimana beberapa kali disampaikan oleh para ketua-ketua LSM di Bolmong Raya.

Kasus 5 Milliar kini menunggu hasil audit BPK, guna mendapatkan rekomendasi sebagaimana yang disampaikan oleh pihak pemkot,karna mereka telah bersepakat dengan pihak ke 3 untuk menyelesaikan hutang yang jumlah keseluruhannya sebesar 5 Milliar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan.

Kembali pada visi-misi Ir.Tatong Bara soal kotamobagu kota model jasa,dengan prioritas 8 program, salah satunya adalah meningkatkan mutu pelayanan dengan dicanangkannya 2015 sebagai tahun pelayan dasar untuk semua menjadi rancu ketika sejak awal menahkodai pemerintahan justru sering berada diluar daerah, bahkan pada LHP tahun 2013 diduga ada sekira dua kali, walikota mendapat tuntutan ganti rugi (TGR) dalam perjalan dinasnya meski ganti rugi tersebut berskala kecil dan telah diganti namun hal ini telah memberi contoh yang tidak baik pada bawahan.

Atas hal tersebut diatas maka tidak menutup kemungkinan sepanjang perjalanan dinas Walikota ditahun 2014 ada sebagian orang yang menduga duga TGR perjalanan dinas walikota tahun 2013 kemarin bisa terulang kembali, namun demikian saya berharap semoga hal itu tidak terjadi, sebab pembuktian atas dugaan dugaan seperti itu akan diketahui jika hasil audit BPK sudah rampung dan telah ditandatangani oleh walikota sendiri. (Bersambung)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *