Wempry : Bupati Copot Jabatan Kaban BPBD Bolmong

Wempry : Bupati Copot Jabatan Kaban BPBD Bolmong

Bolmong, Suara BMR – Anggota komisi III DPRD kabupaten Bolaang Mongondow Swempry Rugian, Pada minggu, (11/01/2015) melalui awak media online Suara BMR.com. mengatakan bahwa pemerintahan Bolmong dalam menempatkan pimpinan satuan kerja perangkat daerah mestinya lebih selektif lagi, mengingat begitu banyaknya persoalan dibolaang mongondow yang perlu ditangani oleh sumber daya manusia yang cerdas,tanggap, tangkas, dan cepat dalam menghadapi setiap masalah.

Dalam pemerintahan di kabupaten Bolaang mongondow yang dinahkodai oleh Hi Salihi B Mokodongan, dirinya menilai banyak terdapat pimpinan dinas tidak becus dalam bekerja, ia mencontohkan secara blak-blakan dengan menyebut Badan penanggulangan bencana daerah bolmong yang dipimpin oleh Ir Cenny Wayong adalah salah satu pejabat birokrasi bodoh dan lambat.

Menurut Swempry, dirinya berkata demikian karna jengkel melihat sikap Kaban BPBD yang acuh tak acuh terhadap jalan Mondatong penghubung ke desa Pomoman Poigar yang hampir putus karna banjir, dan jika hal itu terjadi, maka sudah pasti akan melumpuhkan agro ekonomi dan pertanian dari 5 (lima) desa yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

Lanjut Swempry menerangkan, ia dan rekan – rekan sesama komisi III beberapa kali memberikan usulan kepada BPBD dan bahkan dalam pembahasan Rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) meminta kepada Ir Cenny Wayong agar peduli untuk das poigar, sebab kondisinya sudah sangat menghawatirkan, Dirinya juga mempertanyakan sikap rekan – rekan Komisi III terhadap ketidak perdulian Kaban BPBD, bahkan Saya minta kepada Bupati Bolaang mongondow, Yakni Bapak Hi Salihi B Mokodongan agar mencopot saudara Ir Cenny Wayong dari jabatannya,

Bahkan swempry membocorkan tentang prilaku dan ketidak pantasan Ir Cenny Wayong dimana pada saat pembahasan RAPBD, malah mengusulkan hal – hal yang tidak masuk di akal seperti, meminta kepada kami untuk menyetujui pengadaan Samsung Tab 10 inci dengan alasan yang tidak logis, yakni biar pada saat turun lapangan tidak kalah aksi katanya, “ ini kan alasan tidak masuk diakal “ Terang swempry dengan sedikit kesal.

Tambahnya lagi berharap, agar para punggawa – punggawa, top Leader Executive Bolmong tidak mati rasa dalam memilih para pimpinan – pimpinan di satuan kerja perangkat daerah, “ mudah – mudahan dorang masih akui ni kecamatan poigar dalam wilayah pemerintah bolmong, agar nantinya tidak muncul polemic yang akan menjamur kesemua elemen masyarakat, dan saya berdoa semoga jalan mondatong – pomoman tidak putus dengan curah hujan yang terus mengguyur kecamatan poigar, sebab jika hal itu terjadi maka sudah pasti 5 desa yang kena imbasnya akan melakukan aksi demo di kantor bupati, dan sebelum itu terjadi mestinya pemerintah sudah bisa mengantisipasi. (Jojo/Agung)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *