Tiga anggota Polisi diduga menganiaya RD

Tiga anggota Polisi diduga menganiaya RD

Kotamobagu, Suara BMR – Ketua investigasi internal  Polres Bolaang Mongondow yakni, Kompol Hasanudin, dalam konferensi  pers yang dilaksanakan diruang kerja Kasat Reskrim Polres Bolmong, selasa, (13/01/2015) mengungkapkan bahwa Tim sudah memintai keterangan terhadap 11 orang yang diduga terlibat dalam kasus kematian RD, ujar Hasanudi di hadapan sejumlah wartawan.

Lanjut dikatakan Hasanudin,yakni dari keterangan yang didapat dari 11 orang terperiksa. Tim investigasi juga telah melakukan sidang disiplin terhadap 3 terperiksa yang terbukti melakukan sejumlah pelanggaran berat, namun demikian hasil itu  masih bersifat sementara dan masih ada kemungkinan untuk berkembang.

“ berangkat dari keterangan yang kita peroleh, untuk sementara ada tiga orang terperiksa sudah dilakukan sidang disiplin karena terbukti lalai dalam menjalankan tugas jaga tahanan, Hasil ini masih bersifat sementara dan masih akan berkembang. Terlebih pihak Polda juga sudah membentuk Tim investigasi “ ungkapnya

Sementara Kasie Propam, Aipda Edi Santoso, mengatakan bahwa dirinya dapat memastikan ketiga anggota polisi tersebut yang terdiri dari, Bripka TSM, Brigadir IWA, serta Bripka PRG, terlibat dan ketiganya sudah ditahan, sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2007 yang terdapat dalam pasal 4 huruf d, dimana mereka nantinya akan menerima sanksi berat.

Tambahnya lagi, bahwa untuk Bripka TSM dan Brigadir IWA, akan diberi sanksi teguran tertulis, ditunda untuk ikut pendidikan paling lama 1 tahun, mutasi bersifat demusi dan tahanan ditempat khusus selama 28 hari, sementara Bripka PRG mendapat sanksi teguran tertulis, mutasi bersifat demusi, dan ditahan ditempat khusus selama 21 tahun, jelas santoso.

Kasie Humas Polres Bolmong, AKP Saiful Tamu, menjamin bahwa proses investigasi oleh pihaknya dilakukan tanpa ada intervensi oleh manapun, termasuk oleh Kapolres Bolmong,AKBP Wiliam Simanjuntak SIK, “ saya sampaikan bahwa , Pak Kapolres berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini, jadi tidak ada intervensi yang dilakukan oleh pak Kapolres dalam proses investigasi, dan kesemuanya akan diungkap sesuai fakta. “ tegas saiful. (jojo/Agung)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *