Pencanangan gerakan perbaikan & pembangunan irigasi mendukung swasembada pangan

Pencanangan gerakan perbaikan & pembangunan irigasi mendukung swasembada pangan

Lolak, SuaraBMR . Demi mencapai swasembada pangan tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terus melakukan upaya pemantapan pelaksanaan program pertanian, termasuk  perbaikan serta peningkatan fungsi jaringan irigasi.

Upaya ini sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten kota di Indonesia, dalam rangka pencapaian program swasembada padi, jagung dan kedelai tahun 2015. Pencanangan gerakan perbaikan irigasi , mendukung swasembada pangan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi kelompok tani “kebun A” Desa Mongkoinit Barat, Kecamatan Lolak,  Senin 19 Januari 2015.

Gerakan ini merupakan kerjasama dan sinergi dengan TNI AD untuk mengawal pelaksanaan program di lapangan.  Dalam tugasnya, pemerintah dalam hal ini penyuluh pertanian, memberikan bimtek kepada Babinsa yang  mempunyai tugas sebagai motivator untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Bupati Hi Salihi dalam sambutannya berharap, dalam mengelola irigasi dengan baik mampu menciptakan petani pemakai air yang kuat dan mandiri ,” Melalui pengelolaan irigasi yang baik, diharapkan mampu menciptakan petani pemakai air yang kuat dan mandiri, sekaligus menjadi penopang pembangunan pertanian dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dalam rangka pencapaian program swasembada pangan di Bolmong tahun 2015″ kata Salihi.

Ditambahkan oleh Bupati, dengan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, pemerintah berkeyakinan bahwa predikat lumbung beras akan terus disandang oleh Bolmong, serta sebagai salah satu daerah penghasil jagung dan kedelai di Sulut, sehingga terwujudnya Bolaang Mongondow yang berbudaya, berdaya saing dan sejahtera dapat tercapai.

Hadir dalam acara ini Dandim 1303 Letkol AJ Malik,Perwira penghubung Mayor A Maramis, Assisten II Drs Djek Damopolii,  Kadispertanak Ir Taufik Mokoginta, Pimpinan SKPD terkait, Camat, Sangadi, penyuluh pertanian, penjaga bendung dan penjaga pintu air, serta kelompok tani (Awi/gung)

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *