Ali Imran Aduka “minta” Kapolres lidik dugaan Korupsi Pemkot

Kotamobagu, Suara BMR – Wakil Sekretaris Jendral Penyelidikan Kriminal Khusus (Lidik Krimsus) Ali Imran Aduka melalui Suara BMR.com di kedai Kopi korot pada. Sabtu, (17/01/2015) mengatakan, akan melakukan investigasi mendalam serta dalam waktu dekat ini langsung melapor ke Polres Bolaang Mongondow terkait dana 60 Milliar yang dideposit ke Bank BRI Kotamobagu yang sarat penyimpangan.

Transaksi ini dilakukan dengan menyimpan dana diperkirakan lebih dari Rp60 Miliar uang yang sudah tertata dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014, diduga disimpan dalam bentuk deposito di Bank BRI, dengan alasan yang tidak jelas.

Tindakan Pemkot Kotamobagu mendepositokan Rp60 Miliar dana milik rakyat Kotamobagu secara diam-diam, terbongkar setelah pihak kontraktor hendak mengklaim pencairan di Bank Sulut Cabang Kotamobagu, namun kas Pemkot di Bank Sulut, sudah kosong. Kendati kontraktor dimaksud sudah mengantongi chek pembayaram dari Dinas Keuangan Pemkot dalam bentuk dokumen Surat Perintah Pembayaran Dana (SP2D) yang dilakukan pada Desember 2014 lalu, hingga kini dikabarkan belum dibayarkan oleh pihak Bank Sulut, olehnya Lidik Krimsus meminta Kapolres tangkap oknum – oknum yang diduga melakukan korupsi, sebab sangat janggal uang Pemkot kosong ditengah adanya SP2D.

Dirinya juga mempertanyakan, kenapa uang pemkot di Bank Sulut harus diambil sebagian dan dipindah seenaknya saja ke pihak Bank lainnya, apa lagi dengan niat untuk didepositokan, jelas ini pelanggaran berat, demi mendapatkan keuntungan bunga.

Wakil Walikota Kotamobagu Drs Djainudin Damopolii, dikonfirmasi, tidak membantah adanya informasi Rp60 Miliar telah didepositokan di Bank BRI Kotamobagu.“Secara teknis tanyakan ke BUD (Bendahara Umum Daerah), uang itu memang disimpan oleh Pemkot di Bank BRI Kotamobagu agar tidak dicuri orang,” ungkap Djainudin.

Ditanya soal legitimasi atau dasar hukum sehingga uang rakyat Kotamobagu yang tersimpan di Bank Sulut, mengapa dipindahkan ke Bank BRI, Wakil Walikota mengaku tentu ada perjanjiannya. “Tentu saja ada (maksud: dasar hukum Pemkot mendepositokan RP60 Miliar), namun teknisnya tanya ke BUD,” kata Djainudin.

Pihak DPRD Kotamobagu juga kepada Suara BMR.com mengakui kaget mendengat adanya deposito Rp60 Miliar di rekening Bank BRI Kotamobagu.“Prinsipnya DPRD akan profesional melihat persoalan ini. Memang kisaran Rp60 Miliar lebih dana yang disimpan ke Bank BRI. Saat ini persoalan tersebut sudah ditangani Komisi II. Kami masih menunggu hasil audit dari Komisi II untuk melakukan langkah selanjutnya,” kata Ketua Fraksi Golkar Herdy Korompot, pada jumaat, siang pukul 14.30 WITA (16/01/15) dihubungi via ponsel

Wakil Sekretaris Jendral Penyelidikan Kriminal Khusus (Lidik Krimsus) Ali Imran Aduka mengatakan, sangat janggal bila Bank Sulut adalah mitra Pemkot Kotamobagu kemudian uang Rp60 Miliar disimpan di Bank BRI Kotamobagu.“Maksud penyimpanan uang milik negara Rp60 Miliar di rekening BRI itu untuk apa?.kalo uang pemkot tersebut adalah Silva, yakni sisa dana yang tidak terserap, mungkin bisa, namun jika itu bukan silva, maka jelas ini adalah pelanggaran dan peluang korupsi. Tutup Ali imran aduka.(Jox/Gung)

 

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *