Agus Suprianta Sebut Camat Tak Paham Mekanisme Pilsang

Agus Suprianta Sebut Camat Tak Paham Mekanisme Pilsang

Kotamobagu, Suara BMR – Memasuki tahun 2015 wacana Pemilihan langsung kepala desa ( Pilsang ) di empat (4) wilayah Kotamobagu, yani Kecamatan kotamobagu utara, selatan, barat dan kotamobagu timur, nampaknya mulai ramai dan memikat banyak perhatian, terlebih khusus desa yang akan melangsungkan pemilihan kepala desa itu sendiri, dan yang menarik dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut adanya perhatian besar dari anggota dewan Kota kotamobagu, salah satunya personel Komisi II Agus Suprianta yang dikenal cukup vocal, ia adalah kader partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ) yang kembali dipercaya rakyat untuk kedua kalinya.

Wartawan SuaraBMR.COM. menemui diruang kerja pada Rabu menjelang sore, (14/01/2015) mengatakan, bahwa hingga saat ini dirinya terus memantau soal pemilihan kepala desa ( sangadi ) yang akan dilaksanakan dibeberapa tempat nanti, bahkan ia beberapa kali meminta kepada Kabag Pemdes dan Camat agar mempercepat proses penyelenggaraan pemilihan sangadi, namun dirinya sangat kaget melihat adanya surat pemberitahuan dari camat kepada tiap desa yang ditujukan ke panitia untuk segera membuka pendaftaran calon sangadi lengkap dengan pra syarat diantaranya, memintakan Ijaza dan Kartu tanda pengenal penduduk ( KTP ), dan hal ini dianggap lucu oleh Agus Suprianta karna menurutnya hal tersebut sangat keliru.

Sebut agus, “ kesimpulan saya, kabag Pemdes ( tata praja ) dan camat tidak faham soal mekanisme pemilihan langsung sangadi, sebab terjadi kesalahan yang fatal, yakni melanggar Perda,sepengetahuan saya hingga saat ini belum ada pelantikan dan penyerahan SK terhadap Badan pertimbangan desa ( BPD ) namun faktanya sudah ada surat camat ditujukan ke panitia untuk membuka pendaftaran calon, ini menunjukan kualitas pengetahuan Kabag dan camat soal mekanisme pemilihan sangadi patut dipertanyakan, “ ungkap agus

Sementara saat dikonfirmasi diruang kerja Kabag pemdes, yang akrab dipanggil Bambang Ginoga, menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan kepada camat untuk menyurat kesetiap desa dengan maksud segera membuka pendaftaran calon sangadi, sebab hingga dengan saat ini Badan pertimbangan desa belum dilantik, bahkan ada desa yang belum melaksanakan pemilihan BPD, “ aturannya kan BPD dipilih dulu dari masing – masing utusan tiap lingkungan atau RT, setelah terpilih BPD baru masuk pada tahapan pelantikan oleh walikota sekaligus pemberian SK, setelah dilantik maka BPD membentuk panitia pemilihan kepala desa ( sangadi ) dimana anggota BPD sendiri tidak bisa masuk dalam panitia tersebut, “ tegas Bambang Ginoga. ( jojo/agung)

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Berita Terkait

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *